Grid.ID - Kronologi Wagub Sumedang yakni Fajar Aldila diduga lakukan penganiayaan dan pelecehan kepada sekretaris pribadinya jadi sorotan. Hal itu bahkan sampai membuat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turun tangan.

Korban sendiri berinisial R yang disebut-sebut mendapat kekerasan dan pelecehan. Dimana kasus ini mencual bermula dari pesan berantai WhatsApp dan sejumlah media daring lokal.

Alhasil pesan-pesan itu menjadi konsumsi publik dan membuat kegaduhan. Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi turun tangan.

Yakni dengan berjanji akan membentuk tim investigasi untuk memeriksa Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila.

"Menanggapi berita tentang peristiwa yang dialami Wabup Sumedang, Pemprov Jabar hari ini telah membentuk tim investigasi untuk memeriksa Wakil Bupati Sumedang," ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Instagram @dedimulyadi7, Senin (31/8/2026).

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menyatakan sampai membentuk tim khusus itu agar kejadian itu bisa diselidiki secara objektif dan bukan berdasarkan opini belaka.

Itulah sebabnya, pria yang akrab disapa KDM itu meminta publik untuk bersabar sampai hasil investigasi keluar.

"Agar peristiwa itu bisa tersaji secara objektif, bukan berdasarkan opini atau asumsi," ucap Dedi.

"Untuk itu, kepada semua pihak mohon bersabar. Sebelum hasil investigasi kami sampaikan, jangan dulu memberikan opini atau narasi," imbuhnya.

Sementara itu, terkait kronologi Wagub Sumedang yakni Fajar Aldila diduga lakukan penganiayaan dan pelecehan, Fajar Aldila sendiri mengaku siap apabila diperiksa oleh tim bentukan KDM agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak memiliki dasar jelas.

"Saya sambut baik, biar terang-benderang semuanya," ujar Fajar.

Bahkan saat ditanya apakah ia siap menghadapi tim investigasi bentukan Dedi Mulyadi, Fajar justru merasa tak keberatan sama sekali.

"Ya tidak apa-apa diperiksa, kita juga tidak akan ada yang ditutup-tutupi, biar asumsi liar tidak ke mana-mana," ujar Wagub Sumedang itu dikutip Grid.ID dari TribunJabar.id.

Sementara itu, usai kasus kronologi Wagub Sumedang yakni Fajar Aldila mencuat, R yang disebut sebagai korban dalam kabar tersebut telah memberikan bantahan tegas. Ia menepis seluruh tuduhan yang menyebut adanya kekerasan, penyekapan, maupun pelecehan.

"Tidak ada penganiayaan dan penyekapan, apalagi pelecehan," kata R dikutip dari Kompas.com.

Alhasil masyarakat menjadi bingung apakah kasus tersebut benar adanya, atau ada tekanan ke korban, atau hanya hoaks belaka.

Terakhir, Fajar memilih untuk tidak terlalu larut dalam polemik. Ia menyatakan lebih memilih fokus menjalankan tugasnya sebagai Wakil Bupati Sumedang dibanding terus memberikan klarifikasi berulang.

"Kalau ditanya, saya lebih baik milih kerja daripada terus klarifikasi, klarifikasi," tandas Fajar.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.