Grid.ID – Pasangan selebriti Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati kembali membuktikan pantas dapat julukan “couple goals”. Dalam ajang lari maraton, Ibnu Jamil menunjukkan sisi romantisnya demi sang istri.
Aktor yang juga dikenal sebagai penggila olahraga lari ini mengaku rela melepas kesempatan untuk mencetak Personal Best (PB) atau rekor waktu pribadi. Alih-alih berlari kencang di depan, Ibnu memilih untuk setia mendampingi Ririn Ekawati dari garis start hingga finish.
“Kemarin di Bali Marathon, saya mendedikasikan lari saya untuk nemenin istri," ujar Ibnu Jamil saat ditemui di kawasan Mustika Jaya, Bekasi, Minggu (30/8/2026).
"Saya tanya dia mau dapat waktu terbaiknya nggak? Dia bilang boleh, ya sudah saya temani,” lanjutnya.
Jadi 'Pacer' Pribadi dan Penyemangat di Trek
Menemani istri lari maraton ternyata bukan perkara mudah bagi Ibnu. Ia berperan sebagai pacer (penjaga tempo lari) sekaligus pemandu sorak pribadi bagi Ririn.
Ibnu mengakui bahwa berlari dengan kecepatan yang lebih lambat dari biasanya justru memberikan beban fisik tersendiri bagi kakinya.
Namun, demi mendukung sang istri mencapai target waktu terbaiknya, Ibnu tetap bertahan. Ia bahkan memiliki cara tersendiri untuk memotivasi Ririn saat rasa lelah mulai menyerang di tengah trek yang menantang.
“Meskipun sebenarnya itu nggak sesuai dengan kecepatan saya, terkadang kalau lari lebih lambat justru jadi beban, kaki terasa lebih berat," terang Ibnu.
"Tapi saya sudah perhitungkan semuanya. Pas dia capek atau berhenti, saya dorong. Kalau dia merasa pengen jalan saja, saya kasih semangat,” tuturnya.
Kuasai Medan Demi Istri
Tak hanya sekadar lari bersama, Ibnu juga memanfaatkan pengalamannya yang sudah
mengenal medan lari di Bali. Ia mengatur strategi kapan Ririn harus memacu kecepatan dan kapan harus menghemat tenaga, terutama saat menghadapi rute yang naik-turun.
“Saya alhamdulillah sudah tahu treknya, jadi tahu kapan harus digas, kapan harus ditahan. Trek Bali itu ada tanjakannya, terutama setelah kilometer 12-13 itu turunan, di situ kita bisa gas sedikit tapi tetap harus hati-hati supaya nggak kram,” jelasnya.
Bagi Ibnu, momen maraton di Bali ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan quality time yang sangat berharga. Meski harus mengesampingkan ego untuk mengejar rekor dunia lari pribadinya, melihat sang istri bahagia mencapai target adalah kepuasan yang jauh lebih besar bagi seorang Ibnu Jamil.
“Alhamdulillah larinya aman, istri saya juga happy dapat waktu yang diinginkan. Itu yang paling penting,” pungkasnya.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.