Grid.ID - Konten kreator Meicy Villia alias Vilmei melaporkan karyawannya atas dugaan penggelapan dana. Kuasa hukum Vilmei, Joseph Irianto, mengungkap uang yang diduga digelapkan mencapai sekitar Rp1,3 miliar.
Menurut Joseph, uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi pelaku. Salah satunya untuk membiayai pacaran dan ulang tahun sang kekasih.
"Motifnya pastinya seperti yang media tahu, ada pacaran dia, apa namanya, untuk biaya pacaran, ada yang buat biaya ulang tahun pacarnya," ungkap Joseph di Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).
Uang tersebut juga diduga dipakai untuk pesta ulang tahun di Bandung dan Jakarta. Sebagian lainnya bahkan digunakan untuk bersenang-senang di kelab malam.
"Ada yang buat biaya ulang tahun dia yang diselenggarakan di Bandung dan di Jakarta dan di kelab. Untuk foya-foyalah bisa dibilang kayak gitu," jelas Joseph.
Selain itu, karyawan tersebut diduga menjual produk live dengan harga sangat murah. Hal itu dilakukan untuk mengejar target jumlah transaksi di TikTok.
Salah satunya adalah parfum yang seharusnya dijual seharga Rp250 ribu. Produk tersebut diduga dijual hanya Rp6 ribu demi memenuhi target transaksi.
"Kerugiannya dari parfum yang harganya dua ratus lima puluh ribu jadi enam ribu hanya untuk mencapai target dari jumlah quantity," ungkap Joseph.
Joseph pun mengingatkan para pelaku bisnis online agar tidak hanya mengejar jumlah transaksi. Menurutnya, keuntungan dan setiap transfer dana juga harus diperhatikan.
"Kalau misalkan bikin bisnis jangan dihitung dari quantity aja, dihitung dari jumlah keuntungannya, dihitung dari jumlah transfernya harus dilihat bener-bener," pungkas Joseph.
Kasus ini bermula dari dugaan penggelapan dana Vilmei yang dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota pada 25 Agustus 2026. Dana dalam bentuk saldo TikTok itu diduga dikonversi menjadi koin dan gift, lalu dikirim ke sejumlah akun fiktif oleh karyawan berinisial Z bersama pacarnya, A, dan juga L sebagai penadah.
Praktik ini disebut berlangsung selama setahun tanpa disadari korban, dengan kerugian sementara mencapai lebih dari Rp 1,28 miliar. Kasus tersebut kini telah naik ke tahap penyidikan dengan tiga tersangka yang telah ditahan.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.