SRIPOKU.COM— Sumsel United harus mengakui keunggulan Barito Putera dalam laga uji coba di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, Selasa (25/8/2026) sore.
Laskar Juaro kalah tipis dengan skor 2-1. Meski berakhir dengan kekalahan, pertandingan tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi Pelatih Sumsel United Muhammad Nasuha sebelum menghadapi Pegadaian Championship 2026/27.
Pada babak pertama, Sumsel United menurunkan sejumlah pemain terbaiknya.
Panggih Triatmojo dipercaya menjaga gawang dengan dukungan Arif Satria, Razan Akbar, Fedly Damara dan Frank Sokoy di lini belakang.
Rizky Ramadhan dan Tegar Hening Pangestu mengisi lini tengah.
Sementara Tomi Darmawan, Gilberto Carrara, Hibiki Mochizuki dan Andreas Chrismanto menjadi pilihan di lini depan.
Pertandingan berlangsung dalam tempo cepat. Sumsel United beberapa kali mampu menciptakan peluang melalui akselerasi Tomi Darmawan dan Gilberto Carrara.
Namun, sejumlah peluang tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol hingga babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
Memasuki babak kedua, kedua tim melakukan sejumlah pergantian pemain untuk melihat kedalaman skuad.
Barito Putera kemudian membuka keunggulan pada menit ke-70 melalui sontekan Yuswanto setelah terjadi kemelut di depan gawang Sumsel United.
Laskar Juaro tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Lima menit berselang, Fajar Firdaus mencetak gol penyeimbang melalui sepakan keras setelah menerima umpan matang dari Tomi Darmawan.
Namun, kemenangan di depan mata harus sirna setelah Sumsel United kembali kebobolan pada menit-menit akhir.
Pemain senior Barito Putera, Rizky Pora, melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tidak mampu diantisipasi Panggih Triatmojo.
Skor 2-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Muhammad Nasuha mengakui laga uji coba tersebut memberikan gambaran mengenai sejumlah kekurangan yang masih harus dibenahi timnya.
Menurutnya, Sumsel United sebenarnya mampu memainkan pola permainan yang telah dilatih. Bahkan, agresivitas dan kecepatan serangan sempat membuat pertahanan Barito Putera kerepotan.
Namun, penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah.
"Beberapa peluang juga bisa dihasilkan walau penyelesaian akhir belum maksimal," kata Nasuha, Rabu (26/8/2026).
Nasuha juga menilai seluruh pemain harus mampu memanfaatkan peluang menjadi gol, meski striker murni Kenneth Ngwoke tidak dimainkan dalam pertandingan tersebut.
Selain lini depan, perhatian juga diberikan terhadap konsentrasi pemain di lini belakang.
Gol kedua Barito Putera menjadi evaluasi karena pemain lawan mendapat ruang untuk melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.
"Gol terakhir tadi lahir karena tim sedikit lengah dan tidak ada yang menjaga lawan saat akan melakukan tendangan ke gawang," ujarnya.
Nasuha menegaskan sepak bola tidak hanya membutuhkan permainan bagus, tetapi juga konsentrasi dan disiplin hingga peluit akhir.
"Sepakbola tidak bisa hanya dimainkan dengan baik selama 45 menit pertama ataupun hingga menit 70, sebelum wasit meniup peluit akhir pemain tetap harus fokus dan disiplin," tegasnya.
Kekalahan tersebut menjadi evaluasi bagi Sumsel United untuk memperbaiki lini belakang, tengah maupun depan.
Apalagi, komposisi skuad Laskar Juaro masih belum sepenuhnya lengkap menjelang kompetisi Pegadaian Championship 2026/27.
Setelah menghadapi Barito Putera, Sumsel United dijadwalkan kembali menjalani laga uji coba melawan Persiba Balikpapan pada akhir pekan ini.
Nasuha berharap pertandingan tersebut kembali menjadi kesempatan bagi anak asuhnya untuk meningkatkan performa sekaligus mematangkan strategi sebelum kompetisi dimulai.
"Kita akan perbaiki ini, jelang persiapan liga mendatang, dari semua sisi baik lini belakang, tengah maupun depan," tutup Nasuha.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.