Moskow (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan bahwa reformasi terhadap struktur Dewan Keamanan merupakan sebuah keniscayaan untuk menyesuaikan badan pembuat keputusan di PBB tersebut dengan realitas dunia saat ini.
Saat ini, Dewan Keamanan PBB terdiri dari lima anggota tetap yang memiliki hak veto, yakni Amerika Serikat, China, Inggris, Prancis, dan Rusia, serta 10 anggota tidak tetap yang dipilih dua tahun sekali.
"Lihatlah Dewan Keamanan. Ada tiga anggota dari Eropa di sana. Tiga dari lima (anggota tetap). Padahal, Eropa tidak mewakili tiga perlima dari negara-negara di dunia," ujar Guterres dalam wawancara dengan Financial Times yang diterbitkan pada Selasa (25/8).
"Jelas bahwa pada akhirnya, kenyataan di lapanganlah yang harus diakui. Oleh karena itu, Dewan Keamanan mau tidak mau harus beradaptasi," imbuhnya.
Guterres juga menyoroti urgensi untuk menyelaraskan struktur anggota Dewan Keamanan dengan peta keseimbangan kekuatan global saat ini.
Ia menilai ketimpangan representasi tersebut menjadi alasan mengapa badan tersebut sering kali gagal dalam menangani berbagai permasalahan internasional.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti