Grid.ID – Kepergian ibunda artis Lady Nayoan, Rima Sania Pontoh, pada Senin (24/8/2026) meninggalkan kenangan mendalam bagi sang menantu, Rendy Kjaernett. Rendy mengungkap sebuah pesan haru dan dukungan besar dari almarhumah atas transformasi hidupnya yang kini menjadi seorang pelayan Tuhan.

Rendy Kjaernett yang kini aktif dalam pelayanan dan telah menyelesaikan pendidikan teologi, menyebut ibu mertuanya sebagai salah satu pendukung terbesarnya.

Rendy menceritakan betapa bahagianya almarhumah saat mengetahui dirinya memutuskan untuk mengambil sekolah teologi dan masuk ke dunia pastoral. Bagi almarhumah, melihat Rendy berubah menjadi sosok yang religius adalah sebuah kebahagiaan tersendiri.

"Mama tuh senang aja, 'Di, Mama senang Rendy jadi pendeta, doain Mama dong'," kenang Rendy saat ditemui di rumah duka kawasan Mustika Jaya, Bekasi, Selasa (25/8/2026).

"Dia orang yang sangat berpengaruh menyemangati aku setelah Lady untuk terus jadi hamba Tuhan," lanjutnya.

Permintaan Doa di Setiap Pertemuan

Bagi Rendy, momen yang paling tak terlupakan adalah setiap kali ia bertemu dengan sang ibu mertua. Almarhumah tak pernah absen meminta dukungan doa dari Rendy, terutama saat kondisi kesehatannya mulai menurun akibat komplikasi ginjal.

"Setiap kali datang, mau baru sampai rumah atau mau pulang, pasti pegang tangan aku, 'Di, doain Mama ya biar Mama nggak sakit, biar Mama sembuh'," tutur Rendy.

Meskipun tengah menahan sakit yang luar biasa, almarhumah dikenal Rendy sebagai sosok yang tak pernah mengeluh dan selalu berusaha menghibur anak-anaknya.

Sosok Ibu yang Selalu Menguatkan

Rendy mengakui bahwa ibu mertuanya adalah wanita yang luar biasa kuat. Di saat keluarga sedang menghadapi masa-masa sulit, almarhumah justru menjadi pilar yang tetap berdiri tegak demi memberikan kekuatan bagi yang lain.

"Sesusah apa pun kondisi keadaan, dia itu selalu bisa nunjukin kalaupun kita lagi ada masalah atau susah, dia itu nggak pernah nunjukin ikut-ikutan susah juga gitu, malah dia itu lebih banyak menghibur kita," tambah Rendy.

Kini, Rendy dan Lady harus merelakan kepergian wanita yang mereka sebut sebagai pendoa yang luar biasa. Almarhumah meninggal di usia 54 tahun 11 bulan setelah berjuang melawan kanker dan gagal ginjal.

Jenazah Rima Sania Pontoh direncanakan akan dimakamkan di pemakaman keluarga di kawasan Jombang pada Kamis, 27 Agustus 2026. Rendy berjanji akan terus melanjutkan pesan sang mertua untuk tetap setia di jalan pelayanan sebagai hamba Tuhan.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.