X.COM/ADA_MS55


Jose Mourinho (kanan) memberi kesan pertamanya saat melatih Kylian Mbappe.

BOLASPORT.COM - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, memberi kesan pertamanya soal Kylian Mbappe ketika dia kadang tertawa melihat anak asuhnya berlatih. Kenapa?

Sebagai pelatih, Jose Mourinho kerap menukangi bintang lapangan hijau di Chelsea, Inter Milan, Manchester United, dan Real Madrid.

Sebut saja nama-nama seperti Frank Lampard, Zlatan Ibrahimovic, hingga Cristiano Ronaldo pernah dipoles oleh pelatih asal Portugal itu.

Kini Mourinho berkesempatan melatih bintang lainnya pada diri Kylian Mbappe usai resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Real Madrid.

Dibandingkan dengan bintang-bintang tersebut, Mbappe dinilai banyak pihak sebagai pemain yang sulit diatur.

Sepanjang kariernya, banyak pelatih yang pernah berkonfrontasi dengannya, salah satunya adalah Luis Enrique.

Diyakini nama besar yang dimilikinya membuat megabintang asal Prancis itu egoistis sehingga tak mengindahkan perintah pelatih.

Sebagai pelatih Real Madrid, Mourinho memiliki tugas besar untuk meredam ego Mbappe dan mengaturnya.

Sejak kembali ke Bernabeu, pelatih berusia 63 tahun itu telah menghabiskan waktu satu pekan dengan Mbappe di sesi latihan.

Selama sepekan melatihnya, Mourinho punya kesan tersendiri terhadap pemain berusia 27 tahun tersebut.

Dalam wawancaranya dengan El Chiringuito, pelatih berjuluk The Special One itu kadang tertawa melihat Mbappe berlatih.

Mourinho tertawa bukan karena aksi konyol Mbappe, melainkan karena eks pemain PSG itu terlalu hebat.

“Mbappe itu luar biasa. Terkadang dia membuat saya tertawa saat latihan karena dia benar-benar hebat. Dia berada di tingkat yang luar biasa tinggi," ujarnya, dikutip BolaSport.com dari Foot Mercato.

Mourinho juga terkesan dengan komitmennya karena Mbappe rela memangkas libur musim panas demi ikut pramusim.

Setelah tampil di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Prancis, Mbappe diberi waktu berlibur hingga 14 Agustus 2026.

Tetapi pemain jebolan AS Monaco itu justru tiba di markas latihan Real Madrid, Valdebebas, pada tanggal 12 Agustus 2026.

"Saat berbicara soal Mbappe, saya lebih memilih untuk fokus pada sosok Kylian saat ini," lanjutnya.

"Fakta bahwa seseorang yang seharusnya tiba pada tanggal 14 Agustus ternyata sudah datang pada tanggal 12 saja sudah menunjukkan sesuatu bagi saya."

"Alasan dia ingin tiba pada tanggal 12 adalah karena dia ingin bermain melawan Schalke, meskipun dalam kondisi yang sangat terbatas."

"Dia kemudian berlatih seperti pemain lainnya, dengan komitmen dan semangat yang sama untuk terus berkembang, serta melalui sesi latihan yang berat," terangnya.

Sejak bergabung Real Madrid pada musim panas 2024, Mbappe terus menjadi sasaran kritik meski dirinya memberi banyak kontribusi di lapangan.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.