Sejarah sebagai kisah adalah narasi yang tersusun berdasarkan ingatan manusia beserta kesan atau interpretasi terhadap peristiwa di masa lalu.
---
Intisari hadir di whatsapp channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini
---
Intisari-Online.com -Ada banyak cara untuk memahami sejarah. Yang paling umum adalah dengan menggunakan dua sudut pandang: sejarah sebagai peristiwa dan sejarah sebagai kisah.
Kali ini kita akan membahas tentang sejarah sebagai kisah.
Sejarah sebagai peristiwa artinya ia dipandang sebagai fakta yang hadir di masa lampau. Ia adalah adalah kejadian nyata dan benar-benar terjadi.
Sebagai peristiwa, sejarah menyajikan gambaran dari peristiwa lampau, spesifiknya yaitu kejadian yang memang dialami manusia.
Sejarah sebagai kisah adalah narasi yang tersusun berdasarkan ingatan manusia beserta kesan atau interpretasi terhadap peristiwa di masa lalu, menurut Surahman dkk., dalam Warisan Sejarah dan Budaya Kutai: Kajian Multidisiplin Ilmu (2022).
Ringkasnya: sejarah sebagai kisah adalah narasi berisi peristiwa di masa lampau yang dituliskan dan diceritakan kembali oleh seseorang. Masih dari sumber yang sama, sejarah sebagai kisah dapat disusun secara lisan maupun tertulis.
Sebagai contoh:
Penuturan mengenai peristiwa di masa lampau oleh saksi mata.
Contoh lainnya:
Peristiwa ditulis dalam buku sejarah.
Menurut buku Pengantar Ilmu Sosial (2021) oleh Syafrizal dkk, pengertian sejarah sebagai kisah adalah narasi yang disusun menurut memori, kesan, atau tafsiran manusia terhadap kejadian di masa lampau. Karena itulah, sejarah sebagai kisah punya kecenderungan subjektif karena ia diceritakan kembali oleh seseorang.
Kepribadian si penutur sejarah dipengaruhi berbagai faktor, seperti kepentingan, nilai yang diperjuangkan, hingga kelompok sosialnya. Pengaruh kepribadian terhadap cerita sejarah ini bisa terlihat pada kelengkapan kisah yang disampaikan, gaya penyampaian, dan interpretasinya.
Kesimpulannya:
Pengertian sejarah sebagai kisah lebih menitikberatkan pada kesan, memori, tafsiran, atau kesan yang dimiliki seseorang terhadap peristiwa masa lalu, sehingga dapat bersifat subjektif.
Ciri-ciri sejarah sebagai kisah
Sejarah adalah ilmu yang mempelajari tentang masa lalu, terutama yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Karena sejarah adalah ilmu maka ia harus mempunyai kerangka teoritis serta metode yang mendukung kerja-kerja ilmiahnya.
Sejarah memiliki empat ruang lingkup, yaitu sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai kisah, sejarah sebagai ilmu, dan sejarah sebagai seni.
Apa saja ciri-ciri sejarah sebagai kisah? Mengapa sejarah sebagai kisah harus didasarkan pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan? Bagaimana cara menulis sejarah sebagai kisah yang baik dan benar?
Untuk menemukan jawaban tentang hal tersebut, kita perlu menelaah ruang lingkup sejarah dan ciri-cirinya. Sebab, sejarah memiliki empat ruang lingkup, sebagaimana disebut di atas.
Sejarah sebagai kisah dapat disusun dalam dua cara, yaitu lisan dan tertulis. Contoh secara lisan adalah melalui penuturan saksi mata, sedangkan secara tertulis dapat dilihat dari buku atau catatan sejarah.
Karena sejarah sebagai kisah dapat berdasarkan kesan atau interpretasi seseorang, maka besar kemungkinan sifatnya adalah subyektif.
Ciri-ciri sejarah sebagai kisah didasarkan pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Maksudnya, kisah sejarah harus sesuai dengan nilai faktual yang ada sesuai kenyataannya, meskipun dalam penyusunannya diberikan penafsiran atau interpretasi dari sang penutur.
Begitulah, sejarah sebagai kisah adalah narasi yang tersusun berdasarkan ingatan manusia beserta kesan atau interpretasi terhadap peristiwa di masa lalu. Sebagai seorang peneliti sejarah, kita harus tetap mengecek motif setiap penutur sejarah untuk mendapatkan fakta yang paling akurat.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.