SUPERBALL.ID - Kiper Timnas Vietnam Patrik Le Giang mengungkapkan cerita di balik insiden nyaris kartu merah saat melawan Timnas Malaysia.
Ia menekankan bagaimana VAR membantunya menghindari keputusan yang tidak menguntungkan, memungkinkannya untuk terus berada di gawang dan membantu Timnas Vietnam meraih kemenangan.
Timnas Vietnam mengamankan kemenangan 2-0 atas Malaysia di leg pertama semifinal ASEAN Championship 2026 di stadion Kuala Lumpur pada Minggu (16/8/2026) malam WIB.
Meskipun menghadapi tekanan besar dari tim tuan rumah dan ribuan penggemar Malaysia, tim asuhan Kim Sang-sik tetap fokus, memberi mereka keuntungan menjelang leg kedua.
Perhatian publik terutama terfokus pada insiden yang terjadi pada menit ke-61, ketika Le Giang keluar dari gawangnya saat berduel dengan Sumareh.
Wasit awalnya menunjukkan kartu merah kepada kiper Vietnam tersebut, tetapi setelah berkonsultasi dengan VAR, keputusan tersebut dibatalkan.
Le Giang sendiri mengungkapkan lebih banyak detail tentang momen menegangkan ini setelah pertandingan.
Menurut Le Giang, semuanya terjadi sangat cepat ketika wasit mendekat dan mengumumkan bahwa ia harus menunjukkan kartu merah.
Le Giang mengakui bahwa ia gugup sebelum VAR memberikan titik balik yang memungkinkannya untuk melanjutkan permainan.
"Wasit meminta maaf kepada saya sebelum menunjukkan kartu merah," kata Le Giang.
Setelah meninjau situasi, wasit memutuskan untuk membatalkan kartu merah yang diberikan kepada Le Giang.
Kiper yang bermain untuk Ho Chi Minh City Police FC itu mengungkapkan kelegaan dan menekankan peran teknologi VAR.
"Semuanya terjadi sangat cepat. Dia menghampiri saya dan meminta maaf, mengatakan bahwa dia harus memberi saya kartu merah," kata Le Giang.
"Namun, untungnya dia memeriksa VAR dan membatalkan kartu merah tersebut."
"VAR menyelamatkan saya kali ini, dan saya sangat berterima kasih untuk itu."
Ketekunan Le Giang dalam bermain sangat penting di tengah tekanan konstan dari Malaysia.
Ia kemudian melakukan beberapa penyelamatan gemilang, terutama penyelamatan jarak dekat dari Paulo Josue pada menit ke-35 dan penyelamatan vital pada menit 90+2.
Le Giang yakin kemenangan 2-0 adalah hasil positif karena Vietnam harus bermain tandang melawan tim Malaysia yang mendapat dukungan antusias.
"Berkat itu, saya bisa terus berdiri di gawang untuk mendukung seluruh tim. Pada akhirnya, kami membawa pulang kemenangan untuk Vietnam," ujar Le Giang.
Kiper berusia 31 tahun itu juga memperingatkan Vietnam untuk tidak berpuas diri meskipun memiliki keunggulan yang signifikan.
"Sekali lagi kami menang. Ini lawan yang sangat sulit, dan terutama karena tim Vietnam harus bermain tandang. Tekanan dari penggemar Malaysia sangat besar," ujarnya.
Menurut Le Giang, Vietnam baru menempuh setengah perjalanan dan perlu menjaga fokus sebelum pertandingan leg kedua.
Menarik dinantikan, apakah Vietnam mampu mempertahankan keunggulan atau justru Malaysia bisa membalikkan keadaan untuk melangkah ke final.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.