JUARA.NET - Adik Valentino Rossi, Luca Marini, mengungkap betapa rumitnya motor Honda yang ditungganginya sehingga sulit bersaing di MotoGP 2026.
Luca Marini menjadi pembalap paling sempurna musim ini meski belum bisa bersaing di papan atas klasemen.
Pembalap tim Honda HRC Castrol itu tak pernah gagal finish dari 12 seri.
Meski tak bisa bersaing di barisan depan, Marini tetap mampu mencuri poin di setiap serinya.
Pencapaian terbaiknya adalah finish di posisi kelima pada MotoGP Hungaria 2026.
Pada seri terakhir di Inggris, Marini cukup menyesali startnya yang buruk.
"Start saya benar-benar buruk," kata Marini dikutip Juara.net dari Motosan.
"Saya kehilangan banyak posisi di dua tikungan pertama, tetapi kemudian saya pulih."
"Saya sangat senang dengan manajemen bahan bakar dan ban saya, serta dengan aksi menyalip yang saya lakukan," tambahnya.
Adik Valentino Rossi itu mengeluhkan saya cengkeram motor RC213V yang membuatnya kesulitan.
"Tentu saja kami mencari daya cengkeram yang lebih baik, tetapi setiap kali kami mencoba mencari daya cengkeram yang lebih baik, motor menjadi sangat sulit dikendalikan," ucap Marini.
"Motor mulai terasa bergetar dan saya kehilangan banyak waktu karena guncangan saat keluar dari tikungan dan kontrol traksi terus-menerus aktif."
"Jadi kami selalu harus menemukan keseimbangan antara keduanya."
"Cengkeraman di tepi ban tidak cukup untuk satu putaran, tetapi jika kita mencoba mencari cengkeraman yang lebih, maka saat kita mengangkat motor, motor akan bergetar hebat. Jadi agak rumit," paparnya.
Sejauh ini, Marini hanya bisa memaksimalkan kemampuannya.
Ia mampu mengantongi 86 poin sekaligus menjadi pembalap terbaik Honda.
"Saya sedang meningkatkan kemampuan diri saya sendiri, dan itulah yang saya butuhkan ke depannya," ucap Marini.
"Itulah juga yang bisa saya targetkan musim ini, karena saat ini, fokus pada pengembangan diri adalah kunci untuk terus meningkatkan performa dan mencapai hasil seperti ini dengan motor yang kami miliki saat ini."
"Lebih dari itu sulit, inilah kenyataannya."
"Setidaknya di sirkuit ini, selisih lebih dari satu detik per lap dengan Aprilia sungguh luar biasa. Perbedaannya benar-benar sangat besar," jelasnya.
Pembalap asal Italia itu hanya berharap bisa memperbaiki posisinya saat prabalapan.
Dengan begitu, start yang lebih di depan memudahkannya untuk bersaing menuju podium.
"Jadi sekarang saya hanya perlu mempertahankan dasar saya dan bekerja untuk menemukan performa yang lebih baik, terutama di sesi kualifikasi, karena itulah yang kurang dari kami tahun ini."
"Pada hari Minggu, performa saya selalu yang terbaik di akhir pekan, jadi saya selalu menjadi pembalap Jepang pertama."
"Potensi untuk hari Minggu ada, tetapi jika saya terus start dari posisi ke-15 atau ke-16, itu akan membuat segalanya jauh lebih sulit."
"Saya ingin menjalani beberapa balapan yang lebih mudah, start dari posisi ke-8 atau ke-9 akan sangat fantastis," pungkasnya.
Hingga 12 grand prix berjalan, Honda belum pernah memiliki satu pembalap pun di podium.
Berbeda dengan tahun lalu di mana Johann Zarco memberi podium pertama di Prancis dan finish kedua di Inggris.
Lalu Joan Mir finish ketiga di Jepang dan Malaysia.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.