Stylo Indonesia– Tren fashion terus berkembang, tetapi gaya personal selalu memiliki ruang untuk menjadi pembeda.
Di tengah tren yang semakin mudah mengikuti pola seragam, keberanian untuk bereksperimen dan mengenakan sesuatu dengan cara sendiri justru menjadi bagian penting dalam mengekspresikan karakter.
Semangat inilah yang diangkat Levi’s® melalui kampanye terbarunya yang mengajak para pencinta fashion untuk tampil lebih bebas tanpa terlalu terikat pada aturan berpakaian.
Levi’s® memperkenalkan kampanye terbaru bertajuk Keep it Loose dengan menghadirkan dua sosok style originals yang mencuri perhatian dalam kultur pop masa kini sebagai wajah utama kampanye, yakni global popstar ROSÉ dan pemain NBA sekaligus MVP Shai Gilgeous-Alexander.
Kampanye ini menyoroti Loose Prep, salah satu assortment sekaligus fokus tren utama dalam koleksi Fall/Winter 2026.
Koleksi ini menghadirkan kembali gaya preppy klasik dengan pendekatan yang lebih loose atau longgar, proporsi yang tidak terduga, serta attitude yang lebih bebas terhadap aturan dalam berpakaian.
Ide sederhana di balik Keep it Loose berangkat dari gaya preppy yang selama ini identik dengan berbagai aturan yang kaku. Melalui Loose Prep, gaya tersebut dibuat menjadi lebih bebas dan fleksibel.
Di tengah era algorithm dressing ketika gaya semakin mudah terlihat seragam, Levi’s® memilih untuk tetap berpegang pada originalitas dan loose codes, bukan dress codes.
Para style originals ini tidak sekadar mengabaikan aturan, tetapi memahami permainan aturan dalam gaya berbusana dan memilih untuk menginterpretasikannya dengan cara mereka sendiri.
Untuk kampanye ini, ROSÉ dan Shai Gilgeous-Alexander masing-masing mendapatkan kesempatan mengeksplorasi assortment Loose Prep dan menatanya sesuai dengan karakter unik masing-masing. Hasilnya adalah dua dunia visual yang berdiri sendiri, tetapi tetap terhubung dalam satu platform yang sama.
Bagi ROSÉ, pendekatan tersebut diwujudkan melalui gaya yang timelessly simple namun tetap refined, dengan sentuhan detail serta layering yang unik dan tidak terduga.
Sementara itu, gaya Shai terasa lebih loose, nonchalant, dan effortlessly cool. Karakter tersebut membuat gaya santai yang dikenakannya tetap terlihat intentional dan penuh karakter.
Tampilan Shai Gilgeous-Alexander menampilkan 501® Loose dan Baggy Barrel yang dipadukan dengan MA-1 Bomber serta Authentic PO Hoodie.
Sementara itu, ROSÉ mengenakan Loose Taper, Loose Boot, serta berbagai atasan Loose Prep yang ditata melalui teknik layering, knotted, dan remixed, sepenuhnya dengan gaya yang menjadi ciri khas ROSÉ.
Kampanye global ini hadir melalui format hero motion films, stills, serta aktivasi di berbagai Levi’s® flagship stores. ROSÉ dan Shai masing-masing meluncurkan film berdurasi 30 detik dan 15 detik dengan iringan lagu klasik EPMD, “You Gots to Chill”.

Lagu hip-hop dari era akhir ‘80-an hingga awal ‘90-an tersebut semakin memperkuat visual kampanye dengan nuansa kultur dan attitude yang autentik.
Kampanye ini direkam menggunakan film oleh fotografer dan sutradara asal Inggris Mel Bles, dengan sinematografi oleh João de Botelho serta set design oleh Spencer Vrooman.
Di berbagai flagship store Levi’s®, penggemar juga dapat menemukan karya edit khusus dari Shai dan ROSÉ yang memperlihatkan bagaimana kedua bintang tersebut menata koleksi Loose Prep melalui interpretasi personal masing-masing.
Kehadiran Keep it Loose sekaligus memperlihatkan bagaimana gaya preppy dapat terus berkembang tanpa kehilangan karakter dasarnya.
Dengan mengedepankan kebebasan berekspresi dan interpretasi personal, Levi’s® mengajak setiap orang untuk menemukan cara mereka sendiri dalam mengenakan fashion.
Kampanye Keep it Loose diluncurkan secara global pada 3 Agustus 2026 melalui media sosial @levis di Instagram dan TikTok, levi.co.id, serta Levi’s® stores di seluruh dunia.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.