BOLASPORT.COM - Penyerang Persita Tangerang, Hokky Caraka, memetik pelajaran berharga seusai berkesempatan menjajal kekuatan klub Liga Inggris Aston Villa. Pemain yang memperkuat Indonesia All Stars tersebut mengakui kewalahan duel fisik dengan bek kelas dunia.
Indonesia All Stars kalah dari Aston Villa dengan skor 1-3 dalam laga persahabatan, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Tiga gol kemenangan The Villans masing-masing dicetak oleh Emiliano Buendía, Ross Barkley, dan Brian Madjo.
Sementara itu, Indonesia All Stars hanya mampu membalas satu gol melalui aksi penyerang muda Arkhan Kaka.
Walaupun menelan kekalahan, laga ini menjadi panggung berharga bagi para pemain yang berkarier di Super League, tak terkecuali Hokky Caraka.
Pasalnya bagi Hokky Caraka, laga ini bukan sekadar pertandingan persahabatan, melainkan sarana menimba ilmu secara langsung dari para pemain top Eropa.
“Pertandingan ini sangat berharga buat para pemain, terutama bagi saya. Kami banyak belajar dari para pemain top di luar sana,” ujar Hokky Caraka kepada awak media, di SUGBK, Jakarta.
“Kami bisa mendapatkan banyak ilmu dari mereka. Ini menjadi bekal yang sangat bagus, khususnya untuk pemain-pemain muda,” ucapnya.
Pemain berlabel Timnas Indonesia itu tampil sejak awal dan harus berjibaku dengan barisan pertahanan rapat Aston Villa yang dikomandoi oleh Pau Torres.
Hokky blak-blakan mengakui betapa sulitnya menembus penjagaan bek asal Spanyol tersebut.
Menurutnya, perbedaan kualitas fisik dan tenaga menjadi tembok besar yang memisahkan level pemain Liga Inggris dengan Liga Indonesia.
“Ya, tentu sulit. Tenaga dan kualitas fisiknya memang berada di atas kami. Mungkin itu yang menjadi perbedaan level antara kami dengan mereka,” kata Hokky Caraka.
Pemain berusia 21 tahun tersebut sebenarnya mendapat peluang emas pada menit ke-30 untuk mencetak gol.
Namun, rapatnya pertahanan Aston Villa dan sedikit faktor ketidakberuntungan membuat peluang tersebut sirna begitu saja.
Mantan pemain PSS Sleman itu mengaku bahwa hal tersebut biasa terjadi di sepak bola.
“Ya, hal seperti itu sering terjadi dalam sepak bola,” kata Hokky Caraka.
“Kami bisa menyerang, tapi juga bisa kebobolan. Mungkin faktor keberuntungan juga berpengaruh,” tuturnya.
Meski demikian, ia tidak mau larut dalam kekecewaan, karena kekalahan 1-3 ini bisa jadi modal ilmu yang sangat mahal untuk mereka.
Menurutnya, ini bisa menjadi pengalaman penting buat kariernya, dan saat ini ia pun memilih kembali fokus bersama tim untuk menyambut Super League 2026/2027.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.