BOLASPORT.COM - Tekad ganda putra Malaysia, Junaidi Arif/Roy King Yap, memberikan hasil manis di Japan Open 2026 sebelum perpisahan mereka gagal total.
Junaidi Arif/Roy King Yap menelan hasil super pahit di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jepang, Selasa (14/7/2026).
Ganda putra asuhan Herry Iman Pierngadi ini batal memiliki kenangan manis sebelum mereka akan drombak.
Boro-boro ingin melaju jauh, Arif/Yap justru langsung kandas di babak 32 besar.
Penakluk terakhir Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan itu dikalahkan duet non-unggulan Amerika Serikat, Persley Smith/Chen Zhi Yi.
Kekalahan ganda putra peringkat 19 dunia itu terasa menyesakkan karena jalannya pertandingan yang sengit.
Arif/Yap sebetulnya hampir saja mengantongi gim pertama lebih dulu ketika akhirnya memimpin 24-23 setelah selalu tertinggal dalam adu setting sampai empat kali.
Sayangnya mereka gagal tenang dan goyah di poin krusial.
Merebut gim kedua untuk lantas memaksakan rubber game tak lantas membuat segalanya jadi mudah bagi Arif/Yap.
Juara Macau Open 2025 ini kembali gagal konsisten pada gim penentuan dan berakhir kalah dengan skor 24-26, 21-15, 18-21.
Rekor sempurna dengan selalu menang dalam tiga pertemuan sebelumnya dengan Smith/Chen pun rusak.
Hal yang membuat lebih pahit adalah karena kekalahan Arif/Yap justru terjadi ketika mereka ingin memberikan hasil manis di turnamen ini.
Impian Arif dan Yap adalah ingin memberikan kenangan perpisahan sebelum dirombak gagal total.
Sebelumnya, mereka berencana ingin mendapatkan hasil bagus di ajang Super 750 ini dengan setidaknya sampai semifinal.
"Tahun lalu kami berhasil mencapai perempat final," kata Yap Roy King dilansir Bolasport dari laman Berita Harian.
"Jadi kali ini, jika memungkinkan kami ingin mencatat hasil yang lebih baik dan setidaknya melaju ke semifinal."
"Tentu saja kami ingin mengakhiri duet ini dengan kinerja yang baik sebelum memulai tantangan baru," tambahnya.
Kekalahan di babak pertama Japan Open 2026 membuat Arif/Yap resmi mengakhiri duet mereka dengan hasil kurang memuaskan.
Turnamen ini menjadi kompetisi terakhir mereka sebagai pasangan sebelum nanti akan dirombak dengan pasangan pelatnasnya Negeri Jiran lainnya.
Mereka termasuk satu dari empat pasangan murid Herry Iman Pierngadi yang akan mengalami perombakan untuk mendapatkan duet racikan baru yang lebih ganas.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.