TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Hari pertama masuk sekolah sering kali diwarnai oleh drama tangisan anak di depan gerbang atau ruang kelas.
Situasi ini tidak jarang membuat orang tua merasa iba, dilema, hingga terpaksa membatalkan agenda kerja demi menemani sang buah hati.
Padahal, dari sudut pandang psikologi, tangisan tersebut merupakan respons emosional yang sepenuhnya normal dan tidak perlu disikapi dengan kepanikan.
Baca juga: Menteri PANRB Terbitkan Imbauan Resmi: Ajak ASN Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Yang justru menentukan keberhasilan proses adaptasi adalah bagaimana orang tua merespons kondisi tersebut.
Psikolog Klinis RSUP Dr. Kariadi Semarang, Nurul Firdausi, M.Psi., Psikolog, mengatakan anak yang memasuki lingkungan sekolah baru memang sedang menghadapi perubahan besar.
Mereka harus berpisah dari orang tua atau pengasuh, bertemu guru dan teman baru, serta menjalani rutinitas yang sama sekali berbeda dari masa liburan.
Karena itu, anak membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Nurul menjelaskan, tangisan bukan berarti anak tidak siap sekolah atau tidak akan bisa beradaptasi.
Bagi anak usia dini maupun anak yang baru memasuki jenjang sekolah baru, menangis merupakan cara mengekspresikan rasa takut dan cemas terhadap situasi yang belum dikenalnya.
"Jadi, sebenarnya kalau anak nangis itu wajar. Ini untuk usia yang lebih kecil ya. Jadi bisa jadi anak yang dari tiga tahun masuk ke usia prasekolah atau mulai masuk SD, itu wajar banget," jelas Nurul pada talkshow kesehatan virtual pada akun Instagram Kementerian Kesehatan, Sabtu (11/7/2026).
Ia mengatakan, yang perlu menjadi perhatian bukanlah tangisan anak semata, melainkan bagaimana orang tua membantu anak melewati proses tersebut.
Saat melihat anak menangis, banyak orang tua memilih tetap berada di sekolah hingga anak benar-benar tenang.
Menurut Nurul, cara tersebut justru dapat menghambat proses penyesuaian anak.
Semakin lama orang tua bertahan, anak bisa belajar bahwa menangis adalah cara untuk membuat ayah atau ibu tetap berada di dekatnya.
Akibatnya, proses membangun kemandirian menjadi lebih sulit.
"Jadi, nggak apa-apa ditinggal aja. Kita komunikasikan ke gurunya supaya nanti bisa di-handle sama gurunya. Kita tinggalkan supaya anak itu bisa belajar untuk beradaptasi," ujarnya.
Karena itu, setelah memberikan penjelasan singkat kepada anak dan berkoordinasi dengan guru, orang tua disarankan segera berpamitan dan meninggalkan sekolah.
Menurut Nurul, anak sangat peka terhadap emosi orang tua.
Ketika ayah atau ibu terlihat panik, menangis, atau kebingungan, anak akan menangkap bahwa situasi tersebut memang sesuatu yang menakutkan.
Sebaliknya, bila orang tua tetap tenang, anak akan merasa lebih aman menghadapi lingkungan baru.
Ia menyarankan orang tua menenangkan diri terlebih dahulu sebelum menenangkan anak.
Dengan begitu, pesan yang disampaikan kepada anak akan lebih mudah diterima.
Hindari Terlalu Banyak Pesan Sebelum Masuk Kelas
Kesalahan lain yang sering dilakukan orang tua adalah memberikan terlalu banyak nasihat sesaat sebelum anak masuk sekolah.
Kalimat seperti "jangan nakal", "jangan lari-lari", "harus nurut", "jangan menangis", atau berbagai larangan lainnya justru dapat menjadi beban psikologis bagi anak.
Nurul menjelaskan, pada hari pertama sekolah anak sedang berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Jika sejak awal sudah dibanjiri berbagai aturan, suasana hati anak justru menjadi semakin tertekan.
Orang tua sebaiknya memberikan pesan singkat yang menenangkan, lalu mempercayakan proses adaptasi kepada guru di sekolah.
Nurul mengingatkan orang tua bahwa hari pertama sekolah memang menjadi masa penyesuaian bagi seluruh keluarga.
Anak membutuhkan waktu untuk mengenal lingkungan baru, sementara orang tua juga harus belajar melepas anak secara bertahap.
Ia meminta orang tua tidak langsung khawatir apabila anak masih menangis pada hari pertama.
Selama didampingi dengan cara yang tepat dan diberi kesempatan beradaptasi, anak umumnya akan mulai merasa nyaman seiring berjalannya waktu.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.