Jakarta -
Topan Bavi yang bergerak menuju pesisir timur China mulai mengganggu operasional penerbangan di kawasan Asia Timur. Sejumlah maskapai internasional membatalkan dan mengubah jadwal penerbangan menuju Taiwan dan Shanghai akibat cuaca ekstrem yang dipicu badai tersebut.
Mengutip situs resmi maskapai, Singapore Airlines (SIA) membatalkan sedikitnya delapan penerbangan rute Singapura-Shanghai pada 11-12 Juli 2026. Penerbangan yang terdampak antara lain SQ828, SQ830, SQ832, SQ836 dari Singapura menuju Shanghai serta SQ831, SQ833, SQ835, dan SQ825 dari Shanghai menuju Singapura.
Selain itu, empat penerbangan Singapura-Taipei juga dibatalkan pada 11 Juli 2026, yakni SQ876, SQ877, SQ878, dan SQ879. Tak hanya pembatalan, sejumlah penerbangan lainnya juga mengalami penjadwalan ulang hingga 13 Juli.
Singapore Airlines menyatakan akan menghubungi seluruh penumpang yang terdampak dan menawarkan penerbangan pengganti atau pengembalian dana penuh untuk tiket yang belum digunakan.
"Seiring situasi yang masih terus berkembang, penerbangan Singapore Airlines lainnya juga berpotensi terdampak. Penumpang disarankan terus memantau status penerbangan terbaru," demikian pernyataan maskapai tersebut.
Malaysia Airlines juga mengumumkan pembatalan tambahan untuk penerbangan dari dan menuju Shanghai, selain pembatalan yang sebelumnya telah diberlakukan untuk rute Taipei.
Maskapai tersebut memberikan pilihan kepada penumpang yang terdampak untuk menjadwalkan ulang penerbangan dalam waktu 30 hari tanpa biaya tambahan atau mengajukan pengembalian dana melalui layanan My Booking, AskMH Live Chat, maupun Global Contact Centre.
Gangguan penerbangan ini terjadi seiring Topan Bavi yang semakin mendekati daratan China. Setelah menerjang Taiwan, badai tersebut diperkirakan akan mendarat di sekitar Kota Wenzhou, Provinsi Zhejiang, pada Minggu (12/7) pagi.
Dadan Kuswaraharja
Jurnalis detikcom. Bergabung dengan dunia jurnalistik sejak 2004, aktif meliput berbagai event nasional dan internasional dengan fokus di dunia pariwisata.