TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Masih banyak masyarakat yang memilih menahan nyeri kepala tanpa penanganan.

Padahal, menurut Dokter Spesialis Neurologi RSJ dr. Yaunin Padang, dr. Akmal Irsyadi Iswan, Sp.N., kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko nyeri kepala kronis.

Mengutip Podcast TribunPadang, yang tayang Senin (9/3/2026), masih banyak masyarakat yang memiliki anggapan bahwa mengonsumsi obat pereda nyeri bukanlah pilihan yang tepat sehingga memilih menahan rasa sakit.

Dalam dunia neurologi, setiap keluhan nyeri perlu ditangani sambil dicari penyebab yang mendasarinya.

Baca juga: Jangan Beri Gadget Saat Anak Makan, Psikolog RSJ dr. Yaunin: Berdampak Tumbuh Kembang Anak

Menurut dr. Akmal, penanganan nyeri tidak hanya bertujuan mengurangi rasa sakit yang dirasakan pasien, tetapi juga mencegah keluhan tersebut berkembang menjadi kondisi yang lebih sulit ditangani di kemudian hari.

Penanganan Nyeri Kepala Tak Boleh Ditunda

Dr. Akmal memaparkan, bahwa dari sudut pandang ilmu neurologi, setiap keluhan nyeri harus segera ditangani.

Banyak orang masih memilih untuk menghindari rasa sakit atau menghindari mengonsumsi obat karena mereka khawatir akan menjadi ketergantungan. 

Padahal, hal ini tidak sepenuhnya benar jika seseorang membiarkan nyeri yang dialaminya dan bertahan tanpa adanya pengobatan. 

Ia mengatakan bahwa tujuan utama penanganan nyeri bukan hanya untuk mengurangi rasa sakit, tetapi juga untuk mencegah rasa sakit menjadi masalah yang lebih lama.

Semakin lama nyeri dibiarkan, semakin besar risikonya berubah menjadi nyeri kronis yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Dari segi keilmuan neurologi, setiap nyeri harus diredakan. Pemahaman masyarakat kita yang takut minum obat itu sebenarnya kurang tepat. Kalau nyeri itu ditahan-tahan, lama-kelamaan akan menjadi nyeri kronis," jelas dr. Akmal.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa bahwa nyeri yang berulang tanpa pengobatan dapat memengaruhi cara otak mengidentifikasi dan menanggapi nyeri.

Akibatnya, ambang nyeri seseorang dapat menurun, sehingga tubuh menjadi lebih sensitif terhadap nyeri daripada sebelumnya.

Dalam kondisi ini, keluhan nyeri dapat lebih sering muncul, meskipun penyebabnya tidak sebesar saat pertama kali muncul.

Penanganan nyeri sejak dini sangat penting untuk mencegah keluhan menjadi kronis.

Baca juga: Aksi Kocak Satpam RSJ Yaunin Padang Viral, Eko Sanjaya Kaget Kini Banyak yang Minta Foto

"Kalau sering nyeri tapi tidak diobati, akan mempengaruhi otak kita dalam mendeteksi nyeri. Biasanya akan menurunkan ambang nyeri. Jadi orang-orang dengan nyeri kronis akan memiliki ambang nyeri yang lebih rendah, sehingga jadi lebih sensitif terhadap nyeri," paparnya.

Dr. Akmal berpendapat, bahwa tidak perlu ragu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan jika mereka mengalami nyeri kepala berulang.

Selain untuk meredakan keluhan, pemeriksaan ini juga penting untuk mengetahui penyebab pasti nyeri sehingga pasien dapat mendapatkan perawatan yang tepat berdasarkan kondisinya.

Baca juga: Bukan Sekadar Pintar, Psikolog Ungkap 3 Aspek yang Disiapkan Sebelum Anak Masuk SD

Cari Penyebab Nyeri Kepala Sejak Dini

Selain meredakan nyeri, dr. Akmal menekankan pentingnya mencari penyebab munculnya keluhan nyeri kepala.

Menurutnya, penanganan nyeri tidak cukup hanya berfokus pada menghilangkan rasa sakit, tetapi juga harus disertai upaya untuk mengetahui faktor yang mendasari munculnya keluhan tersebut.

Setiap pasien perlu mengetahui apakah nyeri kepala yang dialaminya merupakan nyeri kepala primer yang umumnya tidak berbahaya atau justru menjadi bagian dari penyakit lain yang memerlukan penanganan lebih lanjut. 

Dengan mengetahui penyebabnya sejak awal, dokter dapat menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

"Setiap ada keluhan nyeri kepala, sebaiknya harus diobati, sambil dicari apa penyebabnya, apakah hanya nyeri kepala primer yang tidak berbahaya, atau ini adalah nyeri kepala yang sebenarnya ada bagian dari penyakit yang lain," ujarnya.

dr. Akmal mengungkapkan, bahwa terdapat beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai karena dapat menunjukkan bahwa nyeri kepala bukan merupakan keluhan biasa.

Pada kondisi tersebut, pasien disarankan segera menjalani pemeriksaan lebih lanjut agar penyebabnya dapat diketahui secara tepat.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan nyeri kepala yang disertai tanda atau gejala yang tidak biasa.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan secara tepat sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang sesuai dengan kondisinya.

"Ada beberapa tanda atau gejala bahwa nyeri kepala ini bukan nyeri kepala biasa, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tutupnya. (mg/Yolanda Ramadhan)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.