TRIBUNPADANG.COM- Menjelang tahun ajaran baru, banyak orang tua yang mulai mempersiapkan anaknya untuk memasuki jenjang sekolah dasar (SD). 

Persiapan tersebut biasanya berfokus pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. 

Padahal sebenarnya kesiapan anak untuk bersekolah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademi saja.

Baca juga: Jangan Beri Gadget Saat Anak Makan, Psikolog RSJ dr. Yaunin: Berdampak Tumbuh Kembang Anak

Psikolog Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr. Yaunin, Ruri Handayani, S.Psi., M.Psi., mengatakan anak perlu memiliki perkembangan yang optimal pada tiga ranah utama sebelum memasuki lingkungan sekolah, yaitu aspek kognitif, emosi, dan sosial.

"Aspek perkembangannya itu optimal di tiga ranah utama, yaitu kognitif, kemudian emosi, dan sosial," ujar Ruri dalam Podcast Tribun Padang, yang tayang Jumat (26/6/2026).

Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dan menjadi bekal penting agar anak mampu mengikuti proses belajar sekaligus beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.

Aspek Kognitif

Menurut Ruri, aspek kognitif mencakup berbagai kemampuan yang akan digunakan anak saat mengikuti pembelajaran di sekolah. 

Tidak hanya kecerdasan, tetapi juga kreativitas, kemampuan berpikir, hingga kemampuan berbahasa.

"Di kognitif itu anak belajar tentang kreativitas, kemudian kecerdasannya, kecerdasannya apakah di atas rata-rata, superior di atas. Karena yang akan dihadapi ada teman seusia dia, enam tahun ke atas, tujuh tahun," jelasnya.

Ia juga mengatakan kemampuan intelektual anak perlu diketahui sejak awal untuk melihat apakah anak sudah siap mengikuti proses belajar sesuai dengan tuntutan usianya.

Baca juga: Seminar RSJ Dr Yaunin Padang Ungkap Bahaya Bullying, Anak Bisa Gangguan Jiwa Berat Saat Dewasa

"Jadi dia mampu enggak mengikuti secara intelektual. Jadi itu juga diukur, intelektualnya dia," katanya.

Selain itu, bagian penting dari perkembangan kognitif adalah kemampuan bahasa dan komunikasi. 

Anak-anak diharapkan mampu mengungkapkan keinginannya, pendapat, maupun kebutuhannya kepada guru maupun teman-teman di sekolah.

"Kemampuan bahasanya, kemudian komunikasinya, anak bisa enggak mengkomunikasikan pesan dia atau apa yang dia mau kepada gurunya, kepada temannya, kepada sekitarnya," ujar Ruri.

Aspek  Emosi

Selain kesiapan intelektual, anak juga perlu memiliki kesiapan emosional. 

Menurut Ruri, kemampuan mengelola emosi akan membantu anak menghadapi berbagai situasi saat berada di lingkungan sekolah.

Ia menjelaskan anak perlu mengenali berbagai emosi yang dirasakan, seperti marah, kecewa, atau kesal, sehingga mampu mengekspresikannya dengan cara yang tepat.

"Kemudian aspek berikutnya adalah aspek emosi. Anak mampu enggak sih mengelola emosinya, bisa enggak anak ini mengenal emosi marahnya sendiri, keselnya sendiri," katanya.

Dengan kemampuan tersebut, biasanyanak akan lebih mudah beradaptasi ketika menghadapi perubahan lingkungan maupun tantangan baru selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Aspek Sosial

Aspek terakhir yang perlu dipersiapkan adalah kemampuan sosial. 

Menurut Ruri, anak perlu terbiasa berinteraksi dengan orang lain, termasuk belajar berbagi dan menjalin hubungan dengan teman sebaya.

Kemampuan ini akan membantu anak merasa nyaman ketika berada di lingkungan sekolah yang dipenuhi teman-teman baru.

"Bisa enggak dia sharing sama teman-temannya, itu aspek sosial," ujarnya.

Di sekolah, anak tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga belajar bekerja sama, saling bergantian, serta membangun hubungan dan berteman dengan teman-temannya. Oleh karena itu, kemampuan sosial juga menjadi salah satu bekal penting sebelum memasuki dunia pendidikan.

Ruri menegaskan bahwa kesiapan anak memasuki sekolah tidak hanya dilihat dari satu aspek saja. 

Perkembangan kognitif, emosi, dan sosial perlu saling beriringan agar anak lebih siap menghadapi proses belajar maupun lingkungan baru.

"Jadi semuanya itu harus didukung sebelum masuk fase sekolahan," tutupnya. 

Artinya, kesiapan anak sebelum masuk SD tidak hanya diperhatikan melalui bisa membaca, menulis, atau berhitung saja. 

Orang tua juga sangat perlu memeperhatikan perkembangan kognitif, emosi, dan sosial anak sebelum memasuki lingkungan sekolah. (MG/Fujiatul Witri)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.