Jakarta (ANTARA) - Penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Papua Barat di Manokwari diwarnai semangat para pelajar yang rela menempuh perjalanan berjam-jam, bahkan hampir sehari, demi mengikuti kompetisi tersebut.
Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI Wachid Nugroho dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan perjuangan para pelajar tidak hanya tercermin dari perjalanan panjang menuju lokasi lomba, tetapi juga dari upaya mereka menampilkan kearifan lokal dalam kompetisi.
"Nilai-nilai kearifan lokal merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila," kata Wachid.
Pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Fakfak, misalnya, harus menempuh perjalanan darat hampir satu hari menuju Manokwari. Sementara itu, peserta dari SMAN 1 Bintuni menghabiskan sekitar lima jam perjalanan untuk mencapai lokasi perlombaan.
Selain berkompetisi, sejumlah peserta turut memperkenalkan kekayaan budaya daerah, seperti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional dan tradisi Bakar Batu atau Barapen yang ditampilkan oleh SMAN 1 Manokwari.
LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Papua Barat digelar selama dua hari, 10–11 Juli 2026. Sebanyak sembilan sekolah tingkat SMA/MA/SMK mengikuti ajang tersebut.
Mereka adalah SMAN 1 Manokwari, SMAN 1 Bintuni, MAN Fakfak, SMAN 1 Prafi, SMAN 2 Manokwari, MAN Manokwari, SMA IT Insan Mulia Manokwari, SMK Kehutanan Negeri Manokwari, dan SMAN Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat.
Para peserta bersaing memperebutkan gelar juara tingkat provinsi sekaligus tiket mewakili Papua Barat pada final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat nasional di Jakarta.
Salah seorang peserta dari SMAN 1 Bintuni, Adli Aldi Arsyafin Fimbay, mengatakan dirinya bersama tim telah berada di Manokwari sejak Rabu (8/7) untuk mempersiapkan diri menghadapi perlombaan.
"Persiapan kami sudah dimulai sejak Rabu, termasuk latihan dan perjalanan menuju Manokwari," katanya.
Adli berharap timnya mampu meraih hasil terbaik. Jika menjadi juara, ia berencana menggunakan hadiah untuk membelikan telepon genggam bagi salah seorang rekan setimnya yang ponselnya rusak sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan keluarga selama mengikuti perlombaan.
"Seluruh anggota tim sudah mempersiapkan diri secara maksimal bersama guru pembimbing dan siap memberikan kemampuan terbaik dalam perlombaan," ujar Adli.