INSTAGRAM/ABU DHABI OPEN


(Ki-ka) Dua petenis muda, Alex Eala dan Janice Tjen berpose bikin bangga Asia Tenggara karena berhasil menembus peringkat top 50 dunia.

BOLASPORT.COM - Janice Tjen dan Alex Eala membawa kebanggaan tersendiri untuk Asia Tenggara menjelang French Open 2026.

Petenis Indonesia, Janice Tjen dan Petenis Filipina, Alex Eala kini sama-sama berada pada peringkat 50 besar dunia.

Janice dan Eala memang memilih jalan yang berbeda untuk berada pada top 4o dunia.

Perjalanan keduanya dimulai dari wilayah yang jarang tercantum dalam peta tenis dunia.

Janice Tjen masuk ke dalam peringkat 40 besar dunia pada Februari lalu.

Petenis yang akan berusia 24 tahun itu menjadi petenis wanita Indonesia pertama dengan ranking tertinggi sejak Yayuk Basuki yang sukses masuk top 20 pada tahun 1997 dan 1998.

Sedangkan Alex Eala, menjadi petenis Filipina pertama yang berhasil merangkak hingga top 50 dunia.

Negara asal dari kedua petenis muda ini memang berjarak hingga ribuan kilometer, namun pengaruh dari mereka tidak main-main.

Tak hanya di lapangan, tribun penonton juga terkena dampaknya.

Para penikmat tenis sampai menjuluki mereka "SEASters".

Para perantau Filipina yang besar berbondong-bondong untuk menyaksikan bintang tenis mereka itu di manapun Eala unjuk gigi.

“Awal musim adalah saat saya benar-benar menyadari bahwa orang-orang benar-benar datang," kata Eala saat berbicara kepada Served.

"Mereka membeli tiket, mereka meluangkan waktu dari hari mereka."

"Rasanya seperti, wow."

Meski begitu, petenis peringkat 38 dunia sempat menyangkal popularitasnya.

“Setelah saya berhasil menembus batasan untuk tidak menerima, dengan berpikir, ‘Saya rasa saya tidak benar-benar terkenal’," kata Eala menambahkan.

"Setiap minggu mereka terus berdatangan."

"Jadi saya berpikir, ‘Oke, kamu harus menerimanya, menyerapnya, ini sudah di sini, ini posisi yang sangat bagus’.”

Para lawannya telah menyadarinya. Salah satunya, Amanda Anisimova.

Petenis asal Amerika itu mengatakan jika dirinya senang melihat Alex Eala memiliki basis penggemar yang sangat luar biasa.

“Saya senang dia memiliki basis penggemar yang luar biasa,” kata Amanda Anisimova.

“Saya telah melihat suasananya. Luar biasa.”

Namun, Eala tetap berhati-hati.

“Saya ingin membalas semua dukungan yang mereka berikan kepada saya, tetapi kewajiban pertama saya adalah kepada diri saya sendiri,” ucap Eala seperti yang dilansir BolaSport dari Punto de Break.

Sementara Janice Tjen, dia mengembangkan kemapuannya melalui beasiswa tenis di lingkungan kampus Amerika Serikat.

Pemilik medali emas SEA Games 2025 itu menghabiskan satu tahun di Oregon dan tiga tahun di Peperdine.

Sebagai informasi, petenis asal Jakarta itu tengah menjalani rangkaian tur pada agenda Clay-court Swing.

Janice hampir tidak memiliki pengalaman di lapangan tanah liat.

“Jadi saya hanya menjalani semuanya satu per satu,” ucap Tjen pada situs resmi Roland Garros.

Bahkan, dia juga mengakui bahwa sebelumnya ia ragu untuk mengejar karier di bidang tenis.

“Tenis menuntut banyak hal dari Anda,” kata Janice saat berbicara pada Times of India.

“Pada dasarnya Anda harus bepergian setiap minggu sepanjang hidup Anda dan itu tuntutan yang sangat berat bagi saya."

"Saya tidak terlalu suka bepergian dan mengingat bahwa saya tidak akan bisa menikmatinya dan jauh dari rumah selama itu."

"Saya memutuskan untuk berhenti, tetapi saya memiliki banyak orang baik di sekitar saya dan mereka terus meyakinkan saya untuk mencobanya," tutup Janice Tjen.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.