Grid.ID – Pemilihan pemain dalam sebuah film sering kali menjadi pertimbangan yang sangat matang, terlebih jika menyangkut isu sensitif. Hal inilah yang dialami oleh pasangan sutradara Ssharad Sharaan dan Viva Westi saat menggarap film terbaru mereka, Suamiku Lukaku.

Di tengah proses produksi, keputusan mereka untuk menggandeng Baim Wong sebagai pemeran utama ternyata sempat menuai reaksi keras dan peringatan dari banyak pihak. Hal ini tak lepas dari polemik rumah tangga dan isu KDRT yang kala itu tengah santer menerpa sang aktor.

Dianggap Terlalu Berisiko

Viva Westi tidak menampik bahwa ada kekhawatiran besar dari orang-orang di sekitar mereka saat nama Baim Wong diajukan. Banyak yang takut citra negatif yang sedang melekat pada Baim akan memengaruhi persepsi penonton terhadap film ini.

"Banyak sekali yang bilang ke kami berdua, apakah nanti kalau pakai Baim akan membuat film jadi seperti ini (negatif)? Karena situasinya Baim kan dibilang KDRT-lah, dibilang polemik rumah tangga dan sebagainya," ungkap Viva Westi saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).

Namun, alih-alih mundur, Viva dan Ssharad justru melihat peluang besar pada profesionalisme Baim Wong. Baginya, film ini justru menjadi panggung pembuktian bagi Baim untuk menjawab segala tudingan miring lewat sebuah karya.

Alasan Ssharad Sharaan: Butuh Sosok yang 'Kuat'

Senada dengan Viva, Ssharad Sharaan menjelaskan bahwa secara teknis, Baim Wong adalah aktor yang sangat serba bisa (versatile). Untuk karakter suami dalam Suamiku Lukaku, ia membutuhkan sosok aktor yang memiliki aura kuat dan mampu memberikan efek intimidasi yang nyata.

"Baim Wong di film ini kuat sekali. Saya mau orang yang kuat, yang kelihatan seperti Baim Wong. Kalau dia teriak, harus ada efek takut, istrinya jadi takut. Itu yang kita cari," jelas Ssharad.

Ssharad menceritakan bahwa ia sempat berdiskusi panjang untuk meyakinkan Baim agar mau mengambil peran ini, terutama karena Baim sendiri sadar akan isu-isu yang sedang menerpanya. Namun, setelah membaca naskah, Baim akhirnya setuju untuk bergabung.

Acha Septriasa Jadi Pilihan Pertama

Tak hanya Baim Wong, pemilihan Acha Septriasa sebagai lawan main juga didasari pada alasan kualitas. Ssharad menegaskan bahwa Acha adalah pilihan pertamanya sejak awal karena kemampuan method acting-nya yang luar biasa.

"Acha itu pilihan pertama. Kita perlu orang yang punya teknik method acting untuk film ini. Dia tahu bagaimana mendalami karakter dan menghidupkannya di layar," tambah Ssharad.

Pembuktian Lewat Karya

Meski sempat diwanti-wanti, Viva Westi merasa puas dengan hasil akhirnya. Ia memuji keberanian Baim Wong yang mau menerima peran tersebut di tengah situasi sulit dan membuktikan bahwa kualitas aktingnya tidak luntur oleh isu pribadi.

"Dengan film ini, Baim membuktikan bahwa dia mampu menerima peran ini untuk mengatakan bahwa itu semua (isu negatif) tidak begitu. Karakter mereka semua hidup, dan itulah yang membuat film ini kuat," tutup Viva.

Film Suamiku Lukaku sendiri diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan pesan mendalam agar perempuan bisa bersuara saat menghadapi KDRT. Film ini tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Mei 2026.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.