SUPERBALL.ID - Turnamen paling menarik di planet ini, Piala Dunia 2026, akan segera dimulai, tetapi kamar hotel di seluruh Amerika Utara masih lebih kosong dari yang diperkirakan.
Dengan kurang dari sebulan sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, angka pemesanan awal menunjukkan bahwa industri perhotelan mungkin telah melebih-lebihkan jumlah penggemar yang bersedia mengeluarkan banyak uang untuk menonton pertandingan secara langsung.
Terlepas dari perhatian yang terfokus pada Piala Dunia perdana dengan 48 tim, yang diperluas menjadi 104 pertandingan di 16 kota, tingkat hunian hotel di beberapa lokasi penyelenggara lebih rendah daripada periode yang sama tahun lalu.
Informasi tersebut dihasilkan menurut data dari perusahaan analisis real estat CoStar.
Beberapa kota diperkirakan masih akan mencatat pendapatan tinggi.
Kota Meksiko, Monterrey, Dallas, dan San Francisco semuanya mencatatkan angka pemesanan yang cukup positif, menurut The UK Times.
Namun, hotel-hotel di Vancouver (Kanada) hanya mencapai tingkat hunian rata-rata 39 persen pada hari pertandingan, turun dari 53 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Di Boston (AS), tempat Norwegia akan menghadapi Irak pada 16 Juni, tingkat hunian hotel berkisar sekitar 32 persen, hanya mencapai 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Bahkan konfrontasi antara Brasil dan Maroko di New Jersey (AS) yang berdekatan pun tidak membawa peningkatan yang diharapkan bagi hotel-hotel di New York City.
Tingkat hunian pada tanggal 13 Juni hanya sekitar 31 persen, penurunan tajam dari 43 persen tahun lalu.
Menurut laporan terbaru lainnya dari American Hotel and Lodging Association, lonjakan pendapatan di awal musim Piala Dunia mungkin lebih merupakan ilusi daripada sumber pendapatan yang sebenarnya.
Dalam survei terhadap pemilik hotel di 11 pasar utama, termasuk New York, Boston, Los Angeles, Miami, dan Seattle, 80 persen melaporkan pemesanan hotel yang lebih rendah dari yang diperkirakan semula.
Sekitar dua pertiga operator hotel di Kota New York melaporkan pemesanan yang lebih rendah dari perkiraan.
Sementara hampir 80 persen hotel di pasar seperti Boston, Philadelphia, San Francisco, dan Seattle mengatakan mereka beroperasi di bawah permintaan musim panas yang biasanya.
Hanya sekitar 25 hingga 30 persen dari pasar yang mengalami pertumbuhan signifikan dalam pemesanan hotel karena turnamen tersebut.
Terutama pasar-pasar dengan jumlah wisatawan rekreasi yang stabil atau pasar-pasar yang telah mengkonfirmasi kamp pelatihan untuk tim-tim yang berpartisipasi.
Sementara itu, sekitar 65 hingga 70 persen responden menyebutkan hambatan visa dan kekhawatiran geopolitik sebagai alasan keengganan mereka untuk memesan kamar hotel guna menonton turnamen tersebut.
Banyak penggemar juga menyatakan kekhawatiran tentang harga tiket yang tinggi dan praktik penipuan harga di pasar gelap, serta biaya perjalanan yang terkait dengan menghadiri pertandingan.
Menurut laporan, beberapa tiket untuk Piala Dunia 2026 masih dijual, tetapi harganya tetap tinggi.
Adapun harga tiket tertinggi mencapai 4.105 (sekitar Rp72,4 juta) untuk pertandingan pembukaan antara tim Amerika Serikat dan Paraguay di Los Angeles.
Piala Dunia 2026 akan dimulai pada 11 Juni dan akan diselenggarakan di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Sebelas kota di seluruh AS, termasuk Atlanta, Boston, Dallas, Miami, dan banyak lainnya, akan menjadi tuan rumah pertandingan musim panas ini.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.