Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, mengirim pesan keras kepada bobotoh bahwa penggunaan flare dan petasan dilarang dalam laga terakhir melawan Persijap Jepara.



Persib akan menjamu Persijap Jepara dalam laga terakhir atau pekan ke-34 Super League 2025/2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Rabu (20/5/2026) pukul 16.00 WIB.



Ini akan menjadi laga penting buat Maung Bandung apabisa ingin mengunci gelar juara Super League 2025/2026.



Maung Bandung saat ini hanya membutuhkan hasil imbang untuk bisa mengunci gelar juara.



Oleh karena itu, saat ini Persib hanya butuh selangkah langkah lagi untuk memastikan meraih hattrick juara dalam tiga musim secara beruntun.



Situasi ini membuat antusias bobotoh pun sangat tinggi untuk bisa memberikan dukungan penuh kepada Thom Haye dan kawan-kawan dalam perburuan gelar juara.



Adhitia Putra Herawan pun mengungkapkan bahwa jelang laga lawan Persijap Jepara ini tim telah menyediakan sekitar 30 ribu tiket.



Tiket yang dijual itu pun dipastikan telah habis terjual sejak minggu lalu, sehingga laga terakhir Persib melawan Persijap Jepara ini bakal membuat mereka mendapat dukungan penuh dari bobotoh.



Antusiasme bobotoh sangat tinggi menyambut laga terakhir Maung Bandung lawan Persijap ini, dan ini terbukti dengan habis terjualnya tiket tersebut.



Padahal untuk tiket laga terakhir ini dipastikan lebih mahal dibandingkan dengan laga-laga sebelumnya.



Adhitia Putra Herawan pun mengaku bahwa kenaikan harga tiket ini karena untuk mempertebal keamanan, sehingga membutuhkan biaya lebih besar.



"Kita akan nambah jumlah steward, kita akan nambah jumlah pengamanan di beberapa titik ring," ujar Adhitia Putra Herawan sebagaimana dikutip BolaSport.com dari Tribun Jabar, Rabu (20/5/2026).



"Itu kan butuh biaya tambahan. Otomatis ada kenaikan tiket yang memang digunakan untuk penambahan beberapa keamanan yang kita butuhkan," ucapnya.



"Nah itu tiket kita naikkan memang untuk menutupi biaya-biaya tersebut yang memang naiknya lumayan signifikan."



Dalam kesempatan ini, bos Persib itu pun memberikan peringatan keras kepada bobotoh agar bekerja sama dengan baik.



Ia meminta bobotoh agar tidak menyalakan flare hingga petasan demi memenuhi regulasi yang ada.



Pasalnya, pengunaan flare dan petasan hanya akan membuat klub dirugikan, karena tim bisa mendapat sanksi untuk membayar denda.



"Kami sangat melarang adanya nanti, flare, petasan, dan segala macam, spesifik ketika pertandingan berlangsung hingga perayaan angkat piala," kata Adhitia.



Ia mengingatkan bobotoh agar tidak ada penyelaan flare hingga petasan tak dilakukan sebelum perayaan angkat trofi.



Pasalnya, ini akan sangat merugikan buat Maung Bandung apabila ada bobotoh yang egois dan menyalakan flare sebelum benar-benar laga berakhir.



Lebih lanjut, Adhitia mengaku bahwa sebenarnya ia paham akan ada komunitas yang memang secara kultur sangat mendorong penggunaan flare.



Namun, Adhitia berpesan agar tak ada bobotoh yang menyalakan flare sebelum angkat trofi nantinya.



"Saya paham, ada beberapa komunitas yang memang secara kultur, itu sangat mendorong ada penggunaan flare dan segala macam," jelas Adhitia.



"Tapi kami sangat memohon tolong jangan dilakukan sampai perayaan angkat pialanya selesai, jika kita juara."



Manajemen mengirim pesan keras kepada bobotoh ini karena demi kebaikan bersama, dan ia tak ingin pandangan siapapun yang ada di negara tersebut merasa menganggunya.



"Mangga itu dilakukan, tapi nanti ya, tunggu sampai prosesinya selesai," jelas Adhitia.



"Kami memohon dari awal pertandingan, sampai nanti angkat piala jika kita juara tolong ikuti semua aturan yang ada, regulasi yang ada.



Adhitia mempersilahkan bobotoh mau merayakan atau pesta di luar lapangan apabila Persib sukses mmengunci gelar juara.



Namun, ia menekankan tak ingin ada penggunaan flare hingga petasan dalam laga lawan Persijap, di Stadion GBLA. nantinya.



Untuk itu, ia meminta kerja sama bobotoh agar tak ada yang menyalakan flare hingga petasan saat pertandingan masih berlangsung hingga penyerahan trofi apabila Persib sukses mengunci gelar juara nantinya.



Hal ini karena masalah musim lalu tak agar tak terulang lagi, karena tahun lalu saat Persib keluar sebagai juara.



Yang awalnya penyerahan trofi dan pengalungan medali direncanakan diberikan di lapangan, tetapi karena adanya penggunaan flare dan banyaknya suporter yang masuk ke lapangan.



Situasi itu diubah dan penyerahan medali dan trofi filakukan di tribun, sehingga dalam kesempatan ini, yang tinggal selangkah lagi bos Persib tak ingin situasi ini berulang.



"Tapi selama acara hingga angkat piala selesai tolong ikuti peraturan dan regulasi yang ada," tuturnya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.