MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM


Marko Simic sedang melakukan selebrasi seusai mencetak gol dalam laga pekan ke-12 Liga 1 2024 antara Persija Jakarta versus Persik Kediri di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/12/2024).

BOLASPORT.COM - Persija Jakarta dipastikan gagal menjadi juara Super League 2025/2026 dan mengakhiri musim ini dengan duduk di posisi ketiga.

Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko, mengungkapkan alasan kegagalan Macan Kemayoran di Super League 2025/2026.

Dari segi permainan tim, Ardhi mengakui permainan Persija lebih baik.

Ia membandingkan pada Liga 1 2018 ketika Persija menjadi juara.

Menurut pandangannya, Persija sebenarnya mempunyai materi pemain berkualitas.

Terbukti, Persija mencatatkan banyak kemenangan di musim ini ketimbang saat juara delapan tahun lalu.

Di Liga 1 2018, Persija meraih 18 kemenangan, delapan imbang, dan delapan kalah.

Untuk musim ini, Persija sudah mencatatkan 21 kemenangan, lima imbang, dan tujuh kekalahan.

Persija masih menyisahkan satu pertandingan lagi melawan Semen Padang.

Laga pekan ke-34 Super League 2025/2026 itu digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (23/5/2026).

"Saya rasa ini lebih baik dari 2018."

"Alasannya karena materi pemain dan kami juga banyak menang di pertandingan," kata Ardhi kepada awak media termasuk BolaSport.com.

 

Lebih lanjut Ardhi menilai ada satu hal yang buat Persija gagal meraih juara musim ini.

Faktor utamanya Persija tidak punya penyerang tajam di lini depan.

Top skor Persija saat ini adalah Emaxwell Souza yang merupakan pemain sayap.

Sedangkan Gustavo Almeida, Eksel Runtukahu, dan Mauro Zijlstra masih belum tajam.

Beda saat Liga 1 2018, dimana Persija punya Marko Simic.

Kehadiran Marko Simic membuat lini depan Persija sangat tajam.

"Saya rasa kami tidak punya goal getter seperti zaman dahulu ada Marko Simic."

"Di sini kami tidak punya goal getter. Jadi, bola itu sudah sampai depan untuk mencetak golnya susah," kata Ardhi.

Ardhi berharap kegagalan musim ini jadi evaluasi besar bagi Persija untuk ke depannya.

Persija harus bisa menjadi juara Super League musim depan, dimana tepat ulang tahun Jakarta ke-500 tahun.

"Keinginan saya seperti itu. Kami kawinkan 500 tahun Jakarta dengan Persija juara."

"Tapi, kami lihat saja. Saya tidak mau membebani pemain juga."

"Yang jelas kami step by step saja. Setiap pertandingan harus menang, setiap pertandingan harus menang. Itu saja," tutup Ardhi.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.