Jakarta -
Seorang influencer membagikan pengalaman tidak biasa di restoran. Ia mengungkap ditagih biaya sebesar Rp 1.9 juta hanya untuk memotong kue, yang kemudian memicu perdebatan dari banyak orang.
Restoran sering kali menjadi tempat pelanggan untuk merayakan hari-hari spesial. Misalnya untuk ulang tahun hingga perayaan hari jadi atau anniversary.
Dalam momen-momen seperti ini, tidak sedikit pelanggan membawa kue spesialnya yang sudah dipersiapkan dari rumah. Nantinya di resto, mereka tinggal menyalakan lilin, memotong, dan menikmati kue tersebut sambil berfoto cantik.
Sayangnya, beberapa restoran memiliki peraturan ketat terkait kue perayaan seperti ini. Bahkan, ada banyak pelanggan yang langsung ditagih biaya di akhir tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Kejadian terbaru dialami oleh seorang influencer dengan nama akun @justinlovesushi yang kemudian dibagikan ulang lewat unggahan akun X @WallStreetApes.
Dalam video tersebut, pelanggan wanita itu mengungkap sedang berada di sebuah rooftop bar Los Angeles, Amerika Serikat. Ia dan rombongannya memang membawa semacam kue ulang tahun ke sana dan sempat meminta pelayan untuk memotongnya.
Tetapi ada hal tidak terduga yang mereka alami. Rupanya pelanggan ini ditagih biaya untuk pemotongan kue tersebut.
Wanita ini membagikan pengalaman saat ditagih biaya pemotongan kue di sebuah restoran. Foto: @justinlovesushi |
Ia pun menunjukkan bukti struk tagihannya ke kamera. Di antara pesanan makanan dan minuman lainnya, ada biaya 'cake cutting' atau pemotongan kue yang ikut masuk dalam struk tagihan. Biayanya pun tidak sedikit karena nominalnya mencapai 110 USD atau sekitar Rp 1.946.235 hanya untuk pemotongan kue tersebut, lapor moneycontrol.com (19/5).
"Pemotongan kue seharga 110 USD hanya untuk memotong kue," ujarnya.
Influencer ini bercerita sudah memberi informasi kepada pihak restoran kalau ia dan rombongannya membawa kue. Pihak restoran pun awalnya merespon dengan santai.
"Mereka seperti 'Tentu saja kami bisa menyimpannya dulu, tidak masalah'. Lalu mereka membantu memotong kue untuk kami, dan keluarlah tagihan 110 USD. Setidaknya beri tahu kami terlebih dahulu," ujarnya kecewa.
Dalam unggahan akun X @WallStreetApes, diketahui restoran yang dimaksud adalah L'Ermitage Beverly Hills berlokasi di Poza.
Unggahan bukti struk pemotongan kue ini lantas menjadi sorotan, dengan banyak orang mengungkao ketidakpercayaan mereka atas biaya tambahan tersebut.
Seorang netizen merasa harganya sangat tidak wajar hanya untuk memotong kue.
Ia berkomentar, " $110 hanya untuk memotong kue itu sungguh gila... rasanya benar-benar tidak masuk akal."
"$110 untuk biaya pemotongan kue sebenarnya sangat tidak wajar. Saya mengerti restoran kelas atas memiliki biaya pelayanan dan kebijakan tersendiri, tetapi di poin tertentu hal ini terasa seperti sangat tidak sejalan dengan realita," ujar netizen lain.
Di sisi lain, banyak netizen berpendapat jika hal ini sangat wajar, terutama bagi restoran kelas atas. Biaya ini masuk ke dalam kebijakan makanan yang dibawa dari luar. Ketika ada pelanggan yang membawa kue dari luar, restoran perlu bertanggung jawab penuh atas semua makanan yang dimakan pelanggan.
(Gambar hanya ilustrasi) Pelanggan itu ditagih biaya sampai 1,9 juta untuk biaya pemotongan kue tersebut. Foto: Getty Images/Gajus |
Netizen lain berkomentar jika biaya pemotongan kue ini juga termasuk piring, garpu, dan penyajian yang dilakukan pelayan restoran kepada pelanggan.
"Termasuk juga penyimpanan kue sampai akhirnya disajikan ke pelanggan. Ya, itu semua ada harganya. Apa lagi yang bisa kamu ekspektasikan dari hotel restoran di Beverly Hillsm" lanjut netizen ini.
Tidak sedikit netizen geram karena seharusnya pelanggan bisa membeli kue dari restoran. Bukannya membawa makanan dari luar ke dalam.
Insiden seperti ini juga sebelumnya sudah beberapa kali terjadi. Setiap restoran tampaknya membebankan biaya pemotongan kue dengan nominal yang berbeda-beda.
Seorang wanita di Australia bernama Jules Rangiheuea sempat bercerita di TikTok kalau ia kesal ditagih biaya AUD 10 atau sekitar Rp 100 ribu per orang karena membawa kue yang bukan di jual di restoran.
Pelanggan lain bernama Gigi juga sempat ditagih biaya 26 USD atau sekitar Rp 386 ribu untuk membayar jasa pelayan yang membantunya memotong kue.

