Seoul (ANTARA) - Data Kementerian Perdagangan, Industri, dan Sumber Daya Korea Selatan pada Rabu (20/5) menyebutkan bahwa ekspor otomotif negara itu pada April 2026 mencatatkan penurunan, di tengah berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah.

Pengiriman mobil turun 5,5 persen dari setahun sebelumnya menjadi 6,17 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.719) pada April, setelah naik satu digit pada bulan sebelumnya.

Ekspor otomotif ke Amerika Serikat (AS) turun 5,3 persen menjadi 2,74 miliar dolar AS, sementara pengiriman ke Uni Eropa merosot 13,1 persen menjadi 828 juta dolar AS. Ekspor ke Asia dan Timur Tengah mencatatkan penurunan dua digit akibat ketegangan di Timur Tengah, yang menyebabkan naiknya harga minyak.

Permintaan kendaraan ramah lingkungan tetap kuat, dengan ekspor naik 13,5 persen menjadi 2,52 miliar dolar AS pada April secara tahunan.

Kendaraan ramah lingkungan tersebut mencakup kendaraan listrik, kendaraan listrik sel bahan bakar, kendaraan listrik hibrida, dan kendaraan listrik plug-in hybrid (plug-in hybrid electric vehicle/PHEV).





Jumlah kendaraan yang diekspor mencapai 244.990 unit pada April, turun 0,8 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Pengiriman8 suku cadang otomotif juga menyusut 6,0 persen menjadi 1,90 miliar dolar AS.

Jumlah kendaraan yang diproduksi di pabrik lokal turun 6,1 persen menjadi 361.926 unit pada bulan lalu. Jumlah mobil yang terjual di dalam negeri, termasuk kendaraan produksi lokal dan impor, mencapai 151.693 unit pada April, naik 0,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.