Tahun ini kita sudah kurang lebih ke 16 sekolah tingkat SMA dan SMK untuk perekaman KTP-el
Batam (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) telah melakukan jemput bola pelayanan perekaman KTP elektronik bagi pelajar melalui program Gaspol (Gerakan Aksi Pelayanan On Location) di sekolah-sekolah.
Staf Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Disdukcapil Batam, Maya di Batam, Selasa, mengatakan kegiatan perekaman terus berjalan.
“Tahun ini kita sudah kurang lebih ke 16 sekolah tingkat SMA dan SMK untuk perekaman KTP-el," ujar Maya.
Ia menjelaskan pada hari Selasa ini pelayanan perekaman dilakukan di SMK Kartini Batam dan SMA Negeri 18 Batam, serta pelayanan perekaman untuk warga sakit di rumah sakit.
Menurut Maya, jumlah siswa yang melakukan perekaman berbeda-beda di setiap sekolah, mulai dari 20 hingga 70 siswa per hari.
“Ada yang 20, 30, bahkan sampai 70 anak dalam satu hari. Kalau memang belum selesai, nanti kita lanjut lagi besok dan dijadwalkan kembali,” katanya.
Seluruh layanan perekaman KTP-el tersebut diberikan secara gratis kepada pelajar. Selanjutnya, pihak sekolah dapat mengambil KTP yang telah dicetak pada hari setelah perekaman di kantor dinas.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Batam Adisthy mengatakan pihaknya terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk pelayanan jemput bola bagi pelajar.
“Kami pertama berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau untuk memperoleh data SMA, SMK negeri maupun swasta yang menjadi sasaran pelayanan,” katanya.
Setelah itu, Disdukcapil Batam berkoordinasi dengan kepala sekolah maupun pihak yang ditunjuk sekolah untuk mendata siswa yang akan melakukan perekaman KTP-el.
“Perekaman akan terus berjalan sehingga memudahkan orang tua. Jadi tidak perlu lagi izin sekolah untuk mengurus KTP-el anaknya,” kata Adisthy.
Menurutnya, program tersebut juga bertujuan memastikan hak anak untuk memiliki identitas kependudukan terpenuhi tepat waktu.
Adisthy menambahkan sekolah juga dapat mengajukan permohonan pelayanan perekaman langsung ke Disdukcapil Batam apabila belum mendapat jadwal kunjungan.
“Kalau sekolah mengajukan surat, nanti kita masukkan ke daftar pelayanan. Tapi sekarang memang lebih banyak karena kami yang menghubungi langsung sekolah-sekolah,” ujarnya.
Ia menyebut beberapa sekolah di kota itu juga rutin meminta layanan perekaman dari Disdukcapil Batam setiap tahunnya.