BOLASPORT.COM - Ada niat mulia di balik proyek Akademi Merah Putih yang akan dijalankan oleh Malut United dengan menggandeng klub elite Eropa, Benfica.
Peresmian kerja sama antara Malut United dan Benfica dalam membangun akademi sepak bola untuk pemain usia dini akan dilakukan pada Sabtu (16/5/2026).
Dalam kerja sama itu, pelatih-pelatih dari Benfica akan ikut melakukan seleksi serta mendampingi anak-anak yang nantinya terpilih sebagai peserta.
Dua perwakilan Benfica, yakni Lourenco dos Reis Ferreira sebagai International Business Manager dan Davide da Rocha Gomes selaku International Technical Coordinator, akan hadir di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, saat Malut United menjamu Persita dalam laga pekan ke-33 Super League.
Tempat pendidikan sepak bola yang diberi nama Akademi Merah Putih tersebut dibangun Malut dengan niat mulia dari klub yang baru dua tahun berkompetisi di kasta teratas Liga Indonesia itu.
"Akademi ini dimulai dari gagasan pemilik Malut United, David Glen," ungkap Dirk Soplanit selaku Direktur Utama PT Maluku Maju Sejahtera dalam jumpa pers pada Jumat (15/5/2026).
"Beliau memunculkan gagasan mulia untuk mengangkat harkat dan martabat anak-anak yang kondisi di keluarganya tidak bagus."
"Anak-anak yatim, yatim piatu, atau mereka dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas."
"Pemilik Malut ingin mengangkat anak-anak ini lewat sepak bola dengan membentuk akademi sepak bola yang lain daripada yang lain."
"Kami tidak mencari apa pun dari akademi ini, tetapi hanya ingin mencoba memberikan yang terbaik untuk anak-anak dengan keterbatasan yang kami sebutkan tadi."
"Akademi Merah Putih nanti akan merekrut anak-anak usia 7-9 tahun dengan syarat khusus itu: anak-anak yatim, yatim piatu, atau mereka yang memiliki kekurangan dalam kondisi finansial keluarganya."
"Kami akan merekrut 70 anak-anak. Mereka diambil dari tiga tempat, yaitu Maluku utara, Maluku, dan beberapa dari Papua."
"Anak-anak yang dididik nanti bukan hanya digodok dalam hal kemampuan sepak bola dan menjadi pemain profesional, tetapi sekaligus juga membangun mereka supaya memiliki akhlak dan moral tinggi."
"Untuk anak-anak muslim, selama training camp selain sepak bola mereka juga akan mendapatkan pendidikan formal. Akademi ini akan menjadi semacam pesantren buat mereka."
"Begitu juga untuk anak-anak yang beragama lain, mereka digodok dengan cara yang sama sesuai dengan agamanya masing-masing."
"Kami akan berusaha memastikan bahwa dalam proses seleksi nanti, syarat anak yatim, yatim piatu, dan mereka yang berada dalam kondisi ekonomi yang sulit itu terpenuhi."
"Sama sekali tidak boleh kecolongan soal ini, jangan sampai ternyata ada pemain yang keluarganya ternyata mampu dalam hal finansial."
"Memang tidak mendapatkan anak-anak dengan syarat seperti itu."
"Karenanya kami meminta dukungan dari berbagai pihak, kami akan seleksi benar-benar supaya memenuhi syarat."
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.