VFF.ORG.VN


Eks wapres AFF Duong Vu Lam menghina sistem pembinaan sepak bola Indonesia yang tidak jelas.

SUPERBALL.ID - Pembinaan usia muda sepak bola Indonesia dihina eks wapres AFF, sistemnya disebut tidak jelas dan para pemainnya dicap tidak disiplin. 

Pernyataan itu disampaikan mantan orang kedua AFF, Duong Vu Lam, saat ditanya mengenai kiprah Timnas U-17 Vietnam di Piala Asia U-17 2026.

Duong Vu Lam meyakini timnas U-17 negaranya mampu berbicara banyak di ajang tersebut, banyak alasan bagi Vietnam untuk diwaspadai setiap lawan. 

Skuad asuhan Cristiano Roland membuka turnamen dengan kemenangan tipis atas Yaman, raihan ini bukan sekadar keberuntungan. 

Seperti yang sudah disebutkan, Vietnam punya banyak alasan untuk diwaspadai lawan, salah satunya persiapan matang dari pembinaan usia dini yang terstruktur. 

"Ini adalah hasil dari upaya pelatihan," kata Duong Vu Lam seperti dikutip dari laman Dantri.com.vn.

"Selama kurang lebih 20 tahun, sejak berdirinya Akademi HAGL JMG pada tahun 2007, akademi sepak bola usia muda telah secara konsisten melatih banyak generasi pemain berbakat."

"Akademi-akademi ini juga telah menetapkan standar tertentu bagi generasi pemain Vietnam dalam hal teknik, fisik, kebugaran, nutrisi, dan lain sebagainya," imbuhnya. 

Di sinila Duong Vu Lam membandingkan sistem pembinaan Vietnam dengan Indonesia, dan munculah hinaan itu.

Tak cuma sampai di situ, Vu Lam juga menyebut pembinaan usia muda di Malaysia lebih buruk daripada di Indonesia. 

"Di Indonesia, pemain muda tidak dapat berkompetisi dengan fokus dan disiplin yang sama seperti di Vietnam," ksta Duong Vu Lam. 

"Akademi sepak bola usia muda Indonesia tidak terstruktur sebaik akademi kita. Sepak bola usia muda di Malaysia bahkan lebih buruk lagi."

Lebih lanjut, ia membeberkan bagaimana terstrukturnya pembinaan sepak bola muda di Vietnam, dimulai dari U-9 hingga U-21. 

Dan ia bangga akan itu, menurutnya tak semua negara Asia Tenggara bisa seperti Vietnam, bahkan Indonesia pun belum tentu dapat menyamai. 

"Tidak setiap negara sepak bola di Asia Tenggara memiliki sistem sepak bola usia muda yang komprehensif seperti itu, mulai dari U9, U11, U13, U15, U17, U19, U21."

"Seperti yang dilakukan sepak bola Vietnam, bersama VFF (Federasi Sepak Bola Vietnam) yang memimpin perencanaan strategisnya," kata Duong Vu Lam lagi. 

Dan yang terakhir, optimisme Duong Vu Lam terhadap kiprah timnas U-17 negaranya di Piala Asia U-17 tahun ini karena pengalaman yang dimiliki para pemain.

Vietnam sudah mati-matian dalam membangun sistem, begitu juga dengan dana yang telah dikeluarkan, sehingga akan sangat menyakitkan jika timnas U-17 gagal total. 

"Pemain muda Vietnam memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkompetisi dibandingkan pemain muda di negara-negara Asia Tenggara lainnya."

"Ini semua kita dapatkan berkat sistem liga pemuda nasional kami yang lebih luas dan berskala besar."

"Kami memiliki cukup banyak akademi sepak bola usia muda yang diinvestasikan secara profesional dan beroperasi secara berkelanjutan selama bertahun-tahun."

"Hal ini tidak mudah dicapai, karena membutuhkan ketekunan dan sumber daya keuangan yang sangat besar, yang menunjukkan dedikasi dari banyak pemilik akademi sepak bola ini," pungkas Duong Vu Lam. 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.