TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jerhemy Owen mencoba tantangan baru di luar zona nyamannya dengan menjajal dunia balap profesional. 

Ia ambil bagian dalam ajang Mandalika Festival of Speed 2026 yang digelar pada 1–3 Mei 2026.

Tak sendiri, Owen turun bersama pasangannya, Erika Richardo, di bawah tim Sekuya Evos Racing. 

Keduanya berkompetisi di kategori Radical Time Attack, format balapan yang menitikberatkan pada catatan waktu tercepat dalam satu putaran.

Keikutsertaan Owen bukan keputusan spontan. Ia mengaku awalnya hanya penasaran setelah diajak Erika untuk mencoba go-kart secara lebih serius, hingga akhirnya berkembang ke level kompetisi profesional.

“Awalnya diajak Erika untuk coba go-kart yang lebih serius. Dari situ mulai latihan terus, sampai akhirnya masuk ke tahap yang lebih profesional,” ungkap pria yang menekuni aktivitas sebagai konten kreator itu, kepada awak media, Senin (4/5/2026).

Baca juga: Impian Jerhemy Owen Bangun Akses Air Bersih di Dua Desa di NTT Terwujud

Memasuki dunia balap, Owen merasakan perbedaan signifikan dibanding sekadar bermain go-kart. 

Ia harus mempersiapkan diri secara menyeluruh, mulai dari fisik hingga pemahaman teknis seperti racing line, kontrol kendaraan, hingga pengambilan keputusan dalam kecepatan tinggi.

“Nggak bisa dipungkiri ini adalah sport yang ekstrem. Jadi kita harus hati-hati, profesional, dan sangat well-prepared,” ujarnya.

Di lintasan, Owen juga bersaing dengan sejumlah pembalap berpengalaman seperti Senna Iriawan, Hana Burton, hingga Fandy Adianto. 

Namun, ia melihat kehadiran mereka sebagai kesempatan belajar, bukan tekanan.

Bagi Owen, pengalaman ini bukan sekadar soal hasil akhir, melainkan proses pengembangan diri. 

Ia bahkan berhasil mencatatkan personal best dengan waktu 1 menit 56 detik di lintasan.

Lebih jauh, Owen menilai keterlibatannya di dunia balap juga menjadi bagian dari eksplorasi sebagai kreator konten. 

Ia ingin menunjukkan bahwa profesinya bisa membuka peluang untuk mencoba hal-hal baru yang sebelumnya terasa jauh dari jangkauan.

Meski mengakui motorsport bukan sesuatu yang pernah ia bayangkan sebelumnya, Owen tidak menutup kemungkinan untuk mendalami dunia ini lebih jauh. 

Namun, ia tetap menyadari bahwa balap merupakan olahraga ekstrem yang membutuhkan kesiapan matang.

Baginya, langkah ini adalah bagian dari perjalanan eksplorasi diri bukan sekadar ambisi untuk berkompetisi.

(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.