BOLASPORT.COM - Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Erwin Hardiyono, memberikan penjelasan terkait bus untuk tim Persebaya Surabaya yang terlambat menjemput pemain menuju Official Training (OT) pada Senin (27/4/2026).
Seperti diketahui, Arema FC akan menjamu Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-30 Super League 2025/2026, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (28/4/2026) pukul 15.30 WIB.
Untuk itu, Persebaya menjalani official training (TC) di Bali United Training Center, Bali, pada Senin (27/4/2026) sore waktu setempat.
Namun, saat tim berjuluk Bajol Ijo tersebut seharusnya berangkat menuju lokasi latihan, justru terkendala transportasi.
Pasalnya, bus yang seharusnya digunakan untuk tim ofisial Persebaya bertolak ke tempat latihan justru tak kunjung datang.
Situasi ini membuat media sosial ramai memperbincangkan hal ini, dan sentimen jadi tidak bagus.
Bahkan berbagai spekulasi pun bertebaran di media sosial karena Arema FC dan Persebaya diketahui memiliki rivalitas yang tinggi.
Oleh karena itu, agar spekulasi tidak semakin kejam, panpel pun memberikan penjelasan terkait kronologi yang ada di lapangan.
Koordinator Panitia Lokal, Rojak, mengatakan bahwa sebenarnya armada bus untuk tim Persebaya sebenarnya sudah ada di lokasi.
Namun, ternyata ada masalah teknis, sehingga panpel meminta adanya pergantian bus.
Situasi ini yang membuat semakin rame dan jadi perbincangan, padahal ini dilakukan karena untuk kenyamanan pemain.
"Pukul 14.00 WITA bus pertama sudah datang di lokasi hotel. Namun, pada pukul 14.15 WITA diketahui ada masalah pada AC bus yang mati,” ujar Rojak sebagaimana dalam keterangan yang diterima BolaSport.com, Senin (27/4/2026).
“Kami langsung meminta bus pengganti segera dikirim agar pemain tetap nyaman,” ucapnya.
Panpel Arema FC mencoba memberikan yang terbaik dan bus pengganti sebenarnya sudah tiba di lokasi puku 14.55 WIB.
Akan tetapi, karena tim mengejar waktu, beberapa pemain memutuskan menggunakan taksi online menuju Bali United Training Center.
Namun, Panpel menegaskan bahwa sebenarnya pihaknya telah berupaya memberikan layanan sesuai dengan regulasi yang ada.
Bahkan demi kenyamanan bersama, panitia juga langsung melakukan negosiasi ulang untuk jadwal pemakaian ini.
“Sebagai bentuk tanggung jawab, kami negosiasikan agar jadwal OT mereka diundur menjadi pukul 17.00 - 18.00 WITA di Bali United Training Center. Awalnya dijadwalkan pukul 16.00 WITA,” kata Rojak.
Sekedar informasi, bahwa sebenarnya terkait pemilihan lokasi latihan ini telah ditetapkan oleh manajer Persebaya.
Sebelumnya, pada Rabu (22/4), Manajer Persebaya, Alex Tualeka, telah berkomunikasi dengan Panpel terkait opsi latihan.
Ini karena Stadion Dipta digunakan untuk laga Bali United vs PSM pada Senin petang, panitia awalnya menawarkan sesi OT pukul 20.00 WITA.
Namun, karena pihak Persebaya meminta waktu sore sesuai jam pertandingan minta dicarikan stadion alternatif untuk latihan, sehingga dipastikan di Bali United Training Center.
Lebih lanjut, Rojak mengatakan bahwa dalam forum Match Coordination Meeting (MCM), telah meminta maaf kepada Persebaya langsung terkait terlambatnya penjemputan pemain.
Mereka mengklaim bahwa Persebaya pun memaklumi kejadian tersebut dan mereka paham betul bahwa kendala yang terjadi murni karena masalah teknis operasional bus.
Untuk itu, mereka paham betul bahwa itu bukan karena faktor kesengajaan tadi karena kendala teknis.
Erwin Hardiyono menambahkan bahwa persiapan laga ini memang sangat menantang karena izin resmi dan rekomendasi polisi baru keluar pada 22 April 2026, sehingga Panpel hanya memiliki waktu efektif 5 hari untuk bergeser dari Malang ke Bali.
“Kami berharap hal ini menjadi pelajaran berharga dan tidak perlu dibesar-besarkan secara negatif. Semua sudah dicarikan solusi terbaik dan situasi antara kedua pihak tetap kondusif menjelang pertandingan,” tutur Erwin.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.