nextren.com - Canva resmi memperkenalkan Canva AI 2.0 dalam ajang Canva Create 2026 di Los Angeles. Pembaruan ini menjadi evolusi terbesar platform tersebut sejak pertama kali diluncurkan pada 2013.
Jika sebelumnya Canva dikenal sebagai alat desain visual berbasis template, kini perusahaan ingin menjadikannya sebagai pusat kerja berbasis AI. Melalui Canva AI 2.0, pengguna dapat mengubah ide menjadi desain, dokumen, hingga materi kampanye dalam satu alur kerja.
Saat ini Canva memiliki lebih dari 250 juta pengguna aktif setiap bulan, mulai dari pelajar hingga perusahaan global.
Fitur Unggulan Canva AI 2.0
Fitur utama Canva AI 2.0 adalah Conversational Design. Dengan fitur ini, pengguna cukup menuliskan ide atau tujuan desain menggunakan bahasa alami.
AI Canva kemudian akan menghasilkan desain lengkap dengan layout, struktur, dan elemen visual yang masih dapat diedit.

Sistem juga tetap memahami konteks percakapan sehingga pengguna bisa terus melakukan revisi atau penyempurnaan desain.
Pendekatan ini membuat proses membuat draft desain menjadi jauh lebih cepat dibanding memulai dari kanvas kosong.
Canva juga memperkenalkan Agentic Orchestration, sistem AI yang dapat mengoordinasikan berbagai alat di dalam Canva.
Pengguna cukup menjelaskan tujuan atau brief. Setelah itu AI akan memilih tool yang dibutuhkan dan menghasilkan output yang lebih lengkap.
Sebagai contoh, pengguna dapat meminta AI membuat rencana kampanye pemasaran multi-channel. Canva AI kemudian akan menghasilkan materi kampanye yang siap disesuaikan.

Fitur ini menunjukkan bahwa Canva mulai bergerak dari sekadar alat desain menuju platform produktivitas berbasis AI.
Canva AI 2.0 juga menghadirkan Object-Based Intelligence. Fitur ini memungkinkan pengguna mengubah elemen tertentu tanpa memengaruhi bagian lain dari desain.
Pengguna dapat mengganti gambar, mengubah teks, atau menyesuaikan font tanpa harus mengedit ulang keseluruhan layout.
Semua desain tetap tersusun dalam layer dan dapat diedit seperti desain yang dibuat secara manual.
Fitur Living Memory memungkinkan Canva AI mempelajari gaya kerja pengguna.

Sistem ini dapat memahami preferensi desain, menjaga konsistensi brand, serta menerapkan gaya visual yang sama di berbagai proyek.
Canva menyebut memori ini akan berkembang seiring penggunaan sehingga pengalaman kerja menjadi lebih personal.
Canva AI 2.0 juga menghadirkan fitur Connectors yang memungkinkan integrasi dengan berbagai layanan kerja populer.
Beberapa layanan yang didukung antara lain Slack, Notion, Zoom, HubSpot, Gmail, Google Drive, dan Google Calendar.
Dengan integrasi ini, Canva AI dapat memanfaatkan data dari percakapan, dokumen, email, hingga jadwal rapat untuk membuat konten.
Misalnya merangkum transkrip Zoom menjadi agenda rapat atau menyusun newsletter dari aktivitas tim di Slack.
Canva juga menambahkan fitur Scheduling untuk menjalankan tugas secara otomatis.
Pengguna dapat menjadwalkan pembuatan konten media sosial secara rutin atau meminta AI membuat dokumen briefing rapat berdasarkan email dan kalender.
Selain itu, fitur Web Research memungkinkan Canva AI melakukan riset dari internet dan menyusunnya menjadi konten yang terstruktur di dalam dokumen atau desain.
Fitur Brand Intelligence memastikan desain yang dihasilkan AI tetap mengikuti identitas brand. Canva AI akan secara otomatis menerapkan font, warna, dan gaya visual yang sesuai.
Sementara itu, Canva Code 2.0 memungkinkan pengguna membuat pengalaman interaktif berbasis kode.
Canva juga kini mendukung impor HTML sehingga file HTML dapat diedit langsung melalui editor visual Canva.
Ketersediaan
Canva AI 2.0 akan diluncurkan sebagai research preview mulai 16 April 2026. Pada tahap awal, fitur ini akan tersedia untuk satu juta pengguna pertama sebelum diperluas secara bertahap.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.