Balita di Kediri tewas penuh luka diduga korban KDRT. Mirisnya, dua kakaknya juga penuh luka di sekujur tubuhnya. Ibu kandung, ayah tiri, serta nenek korban diperiksa polisi.



Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun berinisial NIZ, ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, Jawa Timur, pada Rabu (15/4/2026) petang. Tewasnya NIZ dinilai tidak wajar lantaran ditemukan sejumlah luka lebam dan bekas sundutan rokok di sekujur tubuhnya.



Kronologi bermula saat NIZ pertama kali ditemukan terbujur kaku di salah satu ruangan oleh kakak tirinya saat menjelang magrib. Ia kemudian melaporkan penemuan ini ke warga sekitar.



Sekira pukul 18.00 WIB, warga sekitar pun berdatangan dan memastikan NIZ telah meninggal dunia. Tubuh korban dipenuhi luka lebam, warga curiga balita di Kediri tewas akibat dianiaya oleh anggota keluarganya sendiri.



Saat itu ayah tiri dan ibu kandung korban tengah bekerja. Sementara korban di rumah bersama neneknya.



Warga kemudian melaporkan temuan ini ke polisi. Petugas dari Polres Kediri pun mendatangi lokasi untuk menindaklanjuti laporan warga.



Tiga Anggota Keluarga Diperiksa



Kepolisian pun bergerak cepat mengamankan tiga anggota keluarga untuk diperiksa. Polisi memeriksa ayah tiri berinisial W, ibu kandung berinisial H, serta nenek korban berinisial S di Polres Kediri Kota.



Selain tiga anggota keluarga tersebut, polisi juga meminta keterangan dari dua kakak perempuan korban, serta beberapa tetangga yang menjadi saksi mata dari peristiwa ini. Dari hasil pemeriksaan sementara, dugaan mengarah kepada adanya tindakan kekerasan.



Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari rumah korban, di antaranya selang air, gagang sapu, hingga pipa paralon. Barang-barang tersebut diduga berkaitan dengan tewasnya balita di Kediri.



"Semua barang bukti termasuk pipa paralon maupun selang sudah kita amankan. Kita dalami keterangan saksi,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri Kota Ajun Komisaris Polisi Achmad Elyasarif Martadinata, dikutip dari Kompas.com.



Dari keterangan dan informasi yang dihimpun, polisi telah menemukan dugaan pelaku dalam kasus ini. Meski begitu, polisi menyebut hal ini masih bersifat indikasi dan masih membutuhkan pemeriksaan yang lebih mendalam.



“Indikasi yang mengarah ke pelakunya sudah ada tapi sifatnya masih indikasi, butuh pendalaman lebih lanjut,” ujar Elyasarif.



Kecurigaan Warga



Ketua RW setempat, Baharudin Yusuf, membenarkan soal adanya kecurigaan warga terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dalam kematian balita tersebut. Hal itu lantaran sejumlah luka memar tampak jelas di sekujur tubuh NIZ.



Di antaranya terdapat luka memar di bagian bawah pelipis mata dan perut. Kecurigaan semakin menguat saat kedua kakak perempuan korban yang masih di bawah umur, juga memiliki sejumlah luka di sekujur tubuhnya, di antaranya bekas sundutan rokok.



"Pada bagian bawah pelipis mata serta bagian perut korban terdapat luka memar. Saat ditemukan, korban hanya bersama neneknya, sementara ayah tiri dan ibunya sedang bekerja," kata Baharudin, dikutip dari Tribun Kediri.



Jenazah NIZ kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk dilakukan proses visum dan autopsi. Proses ini dilakukan guna mengungkap dengan jelas penyebab kematian balita tersebut.



Pengakuan Kakak Kandung Korban



Balita di Kediri tewas tidak wajar, kakak kandung korban, Muhammad Wahyudi, buka suara. Wahyudi mengaku telah mendapatkan informasi soal adanya dugaan kekerasan dalam kematian adiknya tersebut.



Wahyudi sendiri kini tidak lagi tinggal satu rumah dengan sang adik. Dirinya mengaku terakhir kali bertemu dengan NIZ dua hari yang lalu.



Saat ke rumah korbandua hari yang lalu, Wahyudi mengaku melihat adiknya tersebut lebih banyak tidur. Selain itu NIZ juga cenderung tidak banyak bicara.



"Terakhir bertemu dua hari yang lalu, saat itu dia sedang tidur. Saya memang tidak tinggal serumah," kata Wahyudi, dikutip dari Tribun Madura.



"Setiap saya ke rumah nenek, dia lebih banyak tidur dan jarang bicara," tuturnya.



Dalam kasus ini, Wahyudi pun berharap agar penyebab kematian sang adik dapat diusutsecara tuntas. Ia pun menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada pihak berwajib.



"Harapannya diusut tuntas, dicari kebenarannya. Kalau pelakunya sudah ketemu, saya ikut keputusan hukum saja," imbuhnya.



Diketahui, peristiwa balita tewas di Kediri diduga korban KDRT membuat warga sekitar heboh. Kematian balita tersebut dinilai tidak wajar lantaran sejumlah luka di sekujur tubuhnya.



Mirisnya, tak hanya NIZ, diduga kedua kakak perempuannya juga mengalami penganiayaan. Warga awalnya tidak curiga karena tidak mendengar kegaduhan dari rumah korban.



Sore itu, Rabu (15/4/2026), hujan deras mengguyur kawasan tersebut, sehingga tetangga tidak mendengar adanya keributan. Hingga akhirnya, kabar duka kematian bocah malang itu datang menjelang magrib.



Di rumah sederhana yang berada di gang sempit itu, NIZ tinggal bersama dua kakaknya yang juga masih bocah, ibu kandung, ayah tiri, serta neneknya. Kehidupan keluarga tersebut tergolong dalam perkonomian kurang mampu.



Sang ayah tiri diketahui bekerja serabutan, sementara ibu kandungnya bekerja sebagai pemijat. Di saat mereka sibuk bekerja, NIZ dan dua kakaknya diasuh oleh neneknya.



Tiga bocah itupun tidak pernah mengenyam bangku pendidikan lantaran kondisi ekonomi mereka yang kurang.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.