Grid.ID - Deva Mahenra dan Mawar de Jongh membagikan pengalaman mereka selama menjalani proses syuting serial terbaru berjudul Luka, Makan, Cinta. Dalam serial ini, keduanya memerankan karakter seorang chef yang banyak menghabiskan waktu di dapur.

Kesibukan mereka di dapur selama syuting memunculkan anggapan bahwa berat badan akan meningkat. Namun, kenyataannya justru berbeda dari yang dibayangkan banyak orang.

Deva Mahenra mengungkapkan bahwa selama proses syuting, mereka tidak benar-benar makan dalam porsi besar. Aktivitas mereka lebih banyak mencicipi makanan dibandingkan menyantapnya secara utuh.

"Justru sebenernya kita pas selama syuting tuh jarang makan karena cuman icip-icip doang kan. Dan lagi udah stres selama syuting karena kita harus fokus terhadap teknik-tekniknya gitu," Ujar Deva saat berada dikawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa tekanan selama syuting cukup terasa, terutama karena harus menguasai berbagai teknik memasak. Hal tersebut membuat fokus mereka lebih tertuju pada proses daripada menikmati makanan.

"Harus coba ingetin lagi ketika kita workshop. Kita workshop lumayan lama sih, lumayan cukup waktunya, cuman ketika syuting kan harus adjust dengan set syuting yang sebenernya gitu, jadi emang lumayan pressure lah," tuturnya

Deva juga menyoroti perbedaan antara latihan dan kondisi nyata saat syuting berlangsung. Adaptasi dengan situasi di lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain.

Selain itu, kehadiran chef profesional yang mengawasi jalannya proses memasak memberikan dua sisi pengalaman. Di satu sisi membantu, namun di sisi lain juga menambah beban tersendiri.

"Dan lagi diawasi sama chef profesional, itu di satu sisi ngebantu banget, di sisi lain juga itu sebenernya ngasih kita beban juga sih," ungkapnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa semua tantangan tersebut dapat dilalui dengan baik berkat kerja sama tim. Kekompakan menjadi kunci utama dalam menyelesaikan setiap kendala di lapangan.

"Tapi ya semua bisa dilewati dengan sangat baik dengan kerja tim yang baik," katanya.

Sementara itu, Mawar de Jongh mengaku mendapatkan pengalaman yang sangat berharga selama syuting. Ia merasa bisa belajar banyak hal baru, terutama terkait dunia kuliner.

"Pengalamannya pasti menyenangkan banget. Ya kita bisa melihat bagaimana suasana di dapur sebuah restoran, terus juga berkesempatan buat belajar dari chef juga untuk motong, terus juga teknik memasak," ujar mawar.

Tak hanya pengalaman memasak, lokasi syuting juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Mawar. Proses produksi yang dilakukan di Bali memberikan nuansa menyenangkan sekaligus kesempatan untuk menikmati berbagai kuliner lokal.

"Terus kita juga syutingnya di Bali, jadi seru banget juga. Mungkin lebih banyak kulineran di Bali juga sih," tutupnya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.