MOTOGP.COM


Pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, melakukan selebrasi dengan bendera Italia setelah menjuarai balapan MotoGP Amerika 2026 di COTA, Minggu (29/3/2026) waktu setempat.

BOLASPORT.COM - Pembalap Italia, Marco Bezzecchi, menandai babak baru dalam karier olahraganya setelah meraih kemenangan beruntun yang bersejarah pada MotoGP.

Meski begitu, Bezzecchi menanggapinya dengan rendah hati. Dia mengakui bahwa ia masih sulit untuk mencerna apa yang telah ia raih.

Hari Minggu tidak dimulai dengan mudah bagi pembalap Aprilia tersebut, yang tiba dengan terhambat oleh hasil nol poin pada balapan Sprint dan penalti grid.

Namun, reaksinya dalam balapan sangat luar biasa, menunjukkan kemampuan untuk bangkit yang tidak ia duga sendiri.

"Saya sangat terkejut. Saya sudah terkejut pada balapan sebelumnya, tetapi lebih lagi di sini," kata Bezzecchi dilansir dari MotoSan,

Bezzecchi smengakui bahwa hari sebelumnya sangat menantang secara emosional.

"Setelah sprint Sabtu, saya tidak menyangka bisa bereaksi seperti ini," katanya, menekankan peran tim Aprilia dalam memulihkan kepercayaan dirinya.

Di lintasan, balapan tidak kalah menegangkan. Pembalap lulusan akademi balap Valentino Rossi, VR46 itu terlibat dalam salah satu momen kunci pada lap pertama dalam pertarungannya dengan Pedro Acosta (Red Bull KTM).

Keduanya melebar saat pengereman dan terjadi kontak. Meskipun demikian, ia berhasil tetap berada dalam balapan, meskipun dengan kerusakan pada motornya dan beberapa kesulitan pengereman.

"Motornya banyak bergerak dan saya tidak bisa memacu terlalu keras. Kemenangan itu tidak semudah yang terlihat dari luar."

Di luar manajemen balapan, hasil ini menempatkan Bezzecchi dalam momen bersejarah pada MotoGP.

Lima kemenangan beruntun dan lebih dari seratus lap yang dipimpinnya menempatkannya sejajar dengan nama-nama seperti Giacomo Agostini, Mick Doohan, Marc Marquez, dan Valentino Rossi.

Ketika ditanya tentang perbandingan ini, pembalap Italia itu tidak menyembunyikan dampak emosionalnya.

"Saya terdiam ketika mendengar nama saya di samping legenda seperti Vale atau Marc. Sangat sulit untuk menggambarkan apa yang saya rasakan," ucap Bezzecchi.

Pembalap 27 tahun itu mengakui betapa anehnya mendengar namanya di samping nama-nama legenda tersebut.

Pembalap Aprilia itu juga membahas beban yang menyertai rekor-rekor ini tanpa merasa tinggi hati,

“Ini adalah hak istimewa, tetapi juga tekanan,” ujar Bezzecchi.

menyadari bahwa tuntutan meningkat seiring dengan peningkatan hasil. Sejalan dengan itu, ia menekankan pentingnya tetap rendah hati dan terus bekerja dengan pola pikir yang sama.

"Pada akhirnya, itu hanyalah angka. Kita harus tetap fokus."

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.