TRIBUNSHOPPING.COM - Setrika uap menjadi salah satu perangkat rumah tangga yang sangat membantu dalam menjaga kerapihan pakaian.
Dengan teknologi uap panas, proses menyetrika jadi lebih cepat, efektif, dan hasilnya pun lebih halus dibandingkan setrika konvensional.
Tak heran jika banyak orang mulai beralih menggunakan setrika jenis ini untuk kebutuhan sehari-hari.
Tetapi, meskipun terlihat praktis, setrika uap tetap membutuhkan perawatan dan penggunaan yang tepat.
Tanpa disadari, banyak pengguna melakukan kebiasaan keliru yang justru memperpendek umur alat ini.
Baca juga: 4 Rekomendasi Setrika Uap Murah Mulai 100 Ribuan
Akibatnya, setrika jadi cepat rusak, tidak optimal, bahkan bisa membahayakan.
Seringkali kerusakan pada setrika uap bukan disebabkan oleh kualitas produk yang buruk, melainkan cara penggunaan yang kurang tepat.
Hal-hal kecil seperti jenis air yang digunakan atau cara penyimpanan bisa berdampak besar pada performa alat dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja kebiasaan yang sebaiknya dihindari.
Dengan memahami kesalahan umum ini, kamu bisa menjaga setrika uap tetap awet, aman digunakan, dan bekerja maksimal setiap saat.
Baca juga: Daftar Harga Meja Setrika Rp 100 Ribuan ke Bawah, Bisa Dilipat dan Hemat Tempat
Berikut ini adalah sejumlah kebiasaan keliru yang bisa membuat setrika uap cepat rusak.
1. Menggunakan Air Keran Tanpa Penyaringan
Banyak orang langsung mengisi tangki setrika uap dengan air keran.
Padahal, air keran mengandung mineral seperti kalsium dan magnesium yang dapat meninggalkan kerak di dalam tangki dan saluran uap.
Dalam jangka panjang, kerak ini bisa menyumbat lubang uap dan merusak komponen internal.
Sebaiknya gunakan air demineralisasi atau air suling agar setrika tetap bersih dan awet.
Baca juga: 35 Daftar Harga Setrika Uap di Bawah Rp 500 Ribu, Berkualitas dan Terjangkau
2. Tidak Mengosongkan Tangki Setelah Digunakan
Setelah selesai menyetrika, seringkali air masih dibiarkan di dalam tangki. Ini adalah kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan endapan dan bahkan pertumbuhan bakteri atau jamur.
Air yang mengendap terlalu lama juga bisa memicu karat pada bagian dalam setrika.
Idealnya, kosongkan tangki dan keringkan sebelum disimpan.
3. Menyetrika saat Air Belum Siap
Beberapa pengguna tidak sabar dan langsung menggunakan fungsi uap sebelum setrika mencapai suhu optimal.
Akibatnya, air tidak berubah menjadi uap sempurna dan malah menetes ke pakaian.
Selain merusak hasil setrika, hal ini juga bisa membebani sistem pemanas dan mempercepat kerusakan komponen.
Baca juga: Daftar Harga Setrika Mini Portabel 100 Ribuan ke Bawah: Bisa Dilipat dan Dibawa Traveling
4. Jarang Membersihkan Setrika
Setrika uap juga perlu dibersihkan secara rutin, baik bagian tangki maupun lubang uapnya.
Jika tidak, kotoran dan kerak akan menumpuk dan menghambat kinerja alat.
Membersihkan setrika secara berkala bisa mencegah penyumbatan dan menjaga performa uap tetap maksimal.
5. Menggunakan Cairan Pewangi atau Campuran Lain
Beberapa orang menambahkan parfum atau cairan pewangi ke dalam tangki air agar pakaian lebih harum.
Padahal, langkah tersebut bisa merusak sistem uap dan meninggalkan residu yang sulit dibersihkan.
Gunakan setrika sesuai fungsinya dan hindari memasukkan cairan selain air yang direkomendasikan.
Baca juga: 10 Tips Pemakaian Setrika Uap agar Awet dan Tidak Cepat Rusak
6. Menjatuhkan atau Membenturkan Setrika
Setrika uap memiliki komponen internal yang cukup sensitif.
Benturan atau jatuh bisa merusak elemen pemanas, tangki, atau sistem uap.
Meskipun terlihat sepele, kebiasaan ini bisa menyebabkan kerusakan permanen yang sulit diperbaiki.
7. Menggunakan Suhu yang Tidak Sesuai
Setiap jenis kain membutuhkan suhu yang berbeda.
Menggunakan suhu terlalu tinggi tidak hanya merusak pakaian, tetapi juga bisa mempercepat keausan pada pelat setrika.
Gunakan pengaturan suhu sesuai label pakaian agar lebih aman dan efisien.
Baca juga: 10 Tips Simpel Penggunaan Kompor Gas Secara Hemat
8. Tidak Menggunakan Fitur Sesuai Petunjuk
Setrika uap modern biasanya dilengkapi berbagai fitur seperti burst steam, vertical steam, atau anti-calc.
Namun, banyak pengguna yang tidak membaca manual dan menggunakan fitur sembarangan.
Penggunaan fitur yang tidak sesuai bisa mempercepat kerusakan dan mengurangi umur pakai alat.
9. Menyimpan Setrika dalam Keadaan Panas
Setelah digunakan, setrika sering langsung disimpan tanpa didinginkan terlebih dahulu.
Hal itu bisa merusak bagian luar dan komponen dalam akibat panas yang terperangkap.
Biarkan setrika dingin sepenuhnya sebelum disimpan agar lebih aman.
Baca juga: 10 Tips Pemakaian Dispenser Galon agar Tidak Boros Listrik
10. Menggulung Kabel Terlalu Kencang
Kabel setrika juga rentan rusak jika sering digulung terlalu kencang atau tidak rapi. Hal ini bisa menyebabkan kabel putus di dalam atau koneksi listrik terganggu.
Simpan kabel dengan longgar dan rapi untuk menjaga keawetannya.
Setrika uap memang sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari, tetapi penggunaannya tidak boleh sembarangan.
Banyak kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele justru menjadi penyebab utama kerusakan.
Dengan menghindari kesalahan seperti penggunaan air yang tidak tepat, tidak membersihkan alat, hingga cara penyimpanan yang keliru, kamu bisa memperpanjang usia pakai setrika uap secara signifikan.
Baca ulasan produk selengkapnya di aplikasi TribunX. Unduh melalui Play Store dan App Store.
(TribunShopping.com/Nina Yuniar)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.