Jarang Disadari! Ganti Garam Bisa Turunkan Risiko Stroke dan Serangan Jantung Secara Signifikan
SERAMBINEWS.COM – Tekanan darah tinggi atau hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia, termasuk di Amerika Serikat.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa perubahan sederhana dalam pola konsumsi garam dapat memberikan dampak besar dalam menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Dilansir Serambinews melalui GB News (2/4/2026), mengganti garam biasa dengan alternatif yang lebih sehat ternyata mampu memberikan hasil signifikan, bahkan lebih efektif dibandingkan beberapa pola diet populer.
Meski demikian, penggunaan pengganti garam ini masih sangat rendah di masyarakat.
Baca juga: 8 Khasiat Buah Murbei yang Jarang Diketahui, Ampuh Jaga Jantung hingga Stabilkan Gula Darah
Kurang dari enam persen orang dewasa di Amerika diketahui memanfaatkan alternatif tersebut, padahal manfaatnya telah terbukti secara ilmiah.
Penelitian yang dipaparkan dalam Sesi Ilmiah Hipertensi Asosiasi Jantung Amerika tahun 2025 mengungkap bahwa rendahnya penggunaan ini menjadi peluang besar yang terlewatkan dalam upaya menekan angka penyakit kardiovaskular.
Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis data selama hampir 20 tahun melalui Survei Kesehatan dan Gizi Nasional dari tahun 2003 hingga 2020.
Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan pengganti garam sempat mencapai puncak sebesar 5,4 persen pada periode 2013–2014, namun kemudian menurun menjadi sekitar 2,5 persen pada awal 2020.
Padahal, jumlah penderita hipertensi sangat besar.
Baca juga: 11 Buah Penurun Tekanan Darah, Cara Alami Bantu Jaga Jantung Tetap Sehat
Tercatat sekitar 122,4 juta orang dewasa di Amerika atau hampir 46,7 persen populasi mengalami tekanan darah tinggi dalam periode 2017–2020.
Kondisi ini bahkan berkontribusi pada lebih dari 130.000 kematian, dengan pola makan menjadi salah satu faktor utama penyebabnya.
American Heart Association sendiri merekomendasikan agar asupan natrium tidak melebihi 2.300 miligram per hari, dengan target ideal di bawah 1.500 miligram.
Bahkan, pengurangan sebesar 1.000 miligram saja sudah dapat meningkatkan kesehatan jantung secara signifikan.
Pengganti garam bekerja dengan cara mengganti kandungan natrium dengan kalium, sehingga tetap memberikan rasa asin namun lebih ramah bagi tekanan darah.
Meski demikian, penggunaannya tidak boleh sembarangan.
Baca juga: 6 Manfaat Konsumsi Kuaci untuk Kesehatan, dari Jaga Jantung hingga Stabilkan Gula Darah
Individu dengan gangguan ginjal atau yang mengonsumsi obat tertentu perlu berhati-hati karena kadar kalium berlebih dapat memicu gangguan irama jantung.
Penulis utama studi, Yinying Wei, menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait penggunaan pengganti garam yang aman.
Ia menyarankan agar pasien dengan hipertensi aktif berkonsultasi untuk menentukan pilihan terbaik dalam mengelola kondisi mereka.
Temuan ini menegaskan bahwa perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari, seperti mengganti garam, dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Baca juga: Dokter Ditilang Usai Tinggalkan Mobil untuk Selamatkan Pasien Serangan Jantung
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.