TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Mengetahui hitungan dalam kelander jawa tentang primbon yang ada di setiap harinya di bulan Mei 2026.
Dalam penanggalan ini disandingkan antara penanggalan masehi dan jawa akan menjadi patokan dalam penanggalan.
Sebab, pada penanggalan Jawa ini terdapat hitungan yang akan menunjukkan makna terkait makna hidup.
Berdasarakn hitungan hari, pasaran hingga wuku serta neptu dan wuku pada kalender jawa.
Terutama pada tradisi jawa ini terhadap hitungan hari baik dan hari naas yang disesuaikan dengan primbon jawa.
Paling penting adalah paparan Wuku untuk hari baik dan hari buruk serta hari tidak jelas, sebagai referensi dalam melaksanakan suatu kegiatan.
Baca juga: Kalender 2026 Bulan April Hitungan Primbon Jawa, 5 Makna dan Ciri-ciri Wuku dari Tiap Penanggalan
1. Wuku Kurantil, Kulantir - Batara Langsur
Wuku Kurantil, Kulantir mengambil nama dari anak kedua prabu Watugunung dengan Dewi Sinta.
Ciri-ciri, keberuntungannya, perwatakan dan sikap Wuku Kurantil, Kulantir adalah sesuai dengan penggambaran watak dari Batara Langsur yaitu:
Dewa yang menaungi wuku Wukir adalah Batara Langsur.
Kelebihannya: teguh pendiriannya, rajin bekerja, mudah disenangi orang termasuk juga atasannya.
Kekurangannya: pemarah, pemboros (sehingga mudah celaka karena sifat borosnya), jika menjadi pemimpin tidak dapat melindungi bawahannya dan tidak dapat memberi pengarahan yang baik.
Kayunya adalah kayu ingas, wataknya walaupun gampang panas tetapi sabar.
Burungnya adalah burung Slindhitan, wataknya ubed, ringan tangan, tidak mau menganggur
Lambang wuku Wukir adalah anggara kasih nuju wogan, tidak langgeng budinya atau kurang stabil dalam menyikapi hidup dan kehidupannya.
Rumah gedong di depan dalam keadaan ngglimpang artinya murah hati tidak bisa menyimpan harta-bendanya.
Bokor air ada di sebelah kirinya, artinya budinya selingkuh, ada hal-hal yang disembunyikan.
Memanggul umbul-umbul artinya mempunyai kamulyan.
Datangnya bahaya : karena jatuh
Hari naas : tidak jelas
Hari baik : Sabtu Wage
2. Wuku Tolu, Tulu - Batara Bayu
Wuku Tolu mengambil nama dari anak ketiga prabu Watugunung dan Dewi Sinta.
Ciri-ciri, keberuntungannya, perwatakan dan sikap Wuku Tolu, Tulu adalah sesuai dengan penggambaran watak dari Batara Bayu yaitu:
Dewa yang menaungi wuku Tolu adalah Batara Bayu
Kelebihannya: bagus rupawan, kukuh pendiriannya, dan sabar. Ulet dalam bekerja sehingga dapat membahagiakan hidupnya, serius dalam pembicaraan, luhur budi, teliti, hatinya baik, senang pada tempat yang sepi.
Kekurangannya: kalau marah berkepanjangan, sedikit sombong, dan kadang-kadang mau berbohong.
Kayunya adalah kayu Walikukun (Wijayamulya) artinya sangat indah rupanya, tajam roman mukanya, tinggi adat-istiadatnya, teliti, suka pada kesunyian, selamat hatinya.
Burungnya adalah burung Branjangan, wataknya mendatangkan angin besar, ringan tangan, cepat bekerjanya.
Lambang wuku Tolu adalah lengkawa kuwung, besar piyangkuhe (angkuh), hatinya tidak dapat dijajagi.
Gedhongnya di depan, artinya senang memperlihatkan keduniawian.
Umbul-umbul berada di belakang, artinya bahwa kesuksesan dan kesejahteraan berada di usia tua.
Datangnya bahaya : digigit binatang buas, kena taring atau terkena benda tajam.
Hari naas : tidak jelas.
Hari baik : tidak menentu.
3. Wuku Gumbreg - Batara Candra
Wuku Gumbreg merupakan wuku yang namanya diambil dari anak keempat Prabu Watugunung dan Dewi Sinta.
Ciri-ciri, keberuntungannya, perwatakan dan sikap Wuku Gumbreg adalah sesuai dengan penggambaran watak dari Batara Candra yaitu:
Dewa yang menaungi wuku Gumbreg adalah Batara Candra.
Kelebihannya: luhur budinya, kukuh dan keras pendiriannya, mempunyai insting untuk melindungi orang lain sehingga dapat menjadi pelindung. Senang pada tempat yang sepi. Rajin belajar dalam menuntut ilmu dan pantang menyerah. Disenangi atasan karena pengabdiannya yang besar dan rasa cinta terhadap pekerjaannya. Apa pun yang dilakukan selalu dijalani dengan ikhlas.
Kekurangannya: sedikit sombong
Kayunya adalah kayu Beringin jadi pelindung keluarganya, budinya tinggi.
Burungnya adalah ayam alas, disenangi wong agung, suka tinggal ditempat sunyi.
Lambang wuku Gumbreg adalah guntur ketug janma tinarungku
Gedhongnya di sebelah kiri, artinya ikhlas untuk merelakan hal-hal keduniawian.
Datangnya bahaya : terlibat pertengkaran dan tenggelam
Hari naas : tidak jelas.
Hari baik : Rabu Kliwon
4. Wuku Wariga alit, Wariga - Batara Asmara
Wuku Warigalit mengambil nama dari anak kelima Prabu Watugunung dan Dewi Sinta.
Ciri-ciri, keberuntungannya, perwatakan dan sikap Wuku Wariga alit, Wariga adalah sesuai dengan penggambaran watak dari Batara Asmara yaitu:
Dewa yang menaungi wuku Warigalit adalah Batara Asmara
Kelebihannya: umumnya yang bernaung di wuku Warigalit yang laki-laki rupawan dan yang perempuan cantik. Mereka mempunyai daya tarik khusus, selalu membuat sengsem atu senang bagi orang yang melihatnya, mudah bergaul dan disenangi teman-temannya dan atasannya.
Kekurangannya: kurang setia, besar kemungkinannya untuk kawin lebih dari satu kali.
Kayunya adalah pohon Sulastri yang tidak mempunyai bunga.
Burungnya adalah burung Kepodang yang mempunyai watak cemburuan.
Lambang wuku Warigalit adalah tidak sabar terhadap sandang dan pangan.
Wuku ini digambarkan sedang menghadap candi, artinya suka prihatin.
Datangnya bahaya kasempyok sambekala, jatuh dalam marabahaya atau terlibat pertengkaran.
Hari naas : Kamis Pon dan Senin Kliwon.
Hari baik : Jumat Wage.
5. Wuku Wariagung, Warigadian - Batara Maharesi
Wuku Wariagung mengambil nama dari anak keenam Prabu Watugunung dan Dewi Sinta.
Ciri-ciri, keberuntungannya, perwatakan dan sikap Wuku Wariagung, Warigadian adalah sesuai dengan penggambaran watak dari Batara Maharesi yaitu:
Dewa yang menaungi wuku Wariagung adalah Batara Maharesi
Kelebihannya: umumnya hemat, pandai mencari nafkah.
Kekurangannya: sombong, bicaranya banyak dan besar.
Kayunya adalah pohon cemara, perwatakannya angkuh dan banyak bicara Yang bernaung di wuku Wariagung ini pada masa hidupnya mendapat beban yang berat.
Burungnya adalah burung Betet, rajin mencari rejeki.
Lambang wuku Wariagung adalah ketug lindu, artinya menjaga benar-benar akan sandang dan pangannya.
Rumah gedong di depan dan belakang menggambarkan karena kerja kerasnya, di hari tua akan menuai kebahagiaan dalam arti luas.
Datangnya bahaya adalah dicelakai atau difitnah oleh keluarganya sendiri.
Hari naas : Minggu Legi,
Hari baik : tidak jelas.
Untuk mencegah agar terhindar dari celaka perlu mengupayakan ritual selamatan.
Caranya adalah membuat nasi wuduk (nasi gurih) dang-dangan lauknya bebek putih dimasak gurih, dan nasi kuluban (gudangan) lima macam sayurannya, beras sapitrah (3,5 kg) disertai doa keselamatan.
Selain itu, selama 7 hari yang bersangkutan tidak boleh berpergian ke arah utara karena letak Kala berada di utara menghadap ke selatan.
Wuku ini bisa dicocokkan ke penanggalan yang berjalan
1 Mei 2026 (Jumat)
Jawa: 14 Sela 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Jumat Pon (Neptu 13)
Hijriah: 14 Zulkaidah 1448 H
Wuku: Kuranthil
2 Mei 2026 (Sabtu)
Jawa: 15 Sela 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Sabtu Wage (Neptu 13)
Hijriah: 15 Zulkaidah 1448 H
Wuku: Tolu
3 Mei 2026 (Minggu)
Jawa: 16 Sela 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Minggu Kliwon (Neptu 13)
Hijriah: 16 Zulkaidah 1448 H
Wuku: Tolu
4 Mei 2026 (Senin)
Jawa: 17 Sela 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Senin Legi (Neptu 9)
Hijriah: 17 Zulkaidah 1448 H
Wuku: Tolu
5 Mei 2026 (Selasa)
Jawa: 18 Sela 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Selasa Pahing (Neptu 12)
Hijriah: 18 Zulkaidah 1448 H
Wuku: Tolu
6 Mei 2026 (Rabu)
Jawa: 19 Sela 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Rabu Pon (Neptu 14)
Hijriah: 19 Zulkaidah 1448 H
Wuku: Tolu
7 Mei 2026 (Kamis)
Jawa: 20 Sela 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Kamis Wage (Neptu 12)
Hijriah: 20 Zulkaidah 1448 H
Wuku: Tolu
8 Mei 2026 (Jumat)
Jawa: 21 Sela 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Jumat Kliwon (Neptu 14)
Hijriah: 21 Zulkaidah 1448 H
Wuku: Tolu
9 Mei 2026 (Sabtu)
Jawa: 22 Sela 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Sabtu Legi (Neptu 14)
Hijriah: 22 Zulkaidah 1448 H
Wuku: Gumbreg
10 Mei 2026 (Minggu)
Jawa: 23 Sela 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Minggu Pahing (Neptu 14)
Hijriah: 23 Zulkaidah 1448 H
Wuku: Gumbreg
11 Mei 2026 (Senin)
Jawa: 24 Sela 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Senin Pon (Neptu 11)
Hijriah: 24 Zulkaidah 1448 H
Wuku: Gumbreg
12 Mei 2026 (Selasa)
Jawa: 25 Sela 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Selasa Wage (Neptu 7)
Hijriah: 25 Zulkaidah 1448 H
Wuku: Gumbreg
13 Mei 2026 (Rabu)
Jawa: 26 Sela 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Rabu Kliwon (Neptu 15)
Hijriah: 26 Zulkaidah 1448 H
Wuku: Gumbreg
14 Mei 2026 (Kamis)
Jawa: 27 Sela 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Kamis Legi (Neptu 13)
Hijriah: 27 Zulkaidah 1448 H
Wuku: Gumbreg
15 Mei 2026 (Jumat)
Jawa: 28 Sela 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Jumat Pahing (Neptu 15)
Hijriah: 28 Zulkaidah 1448 H
Wuku: Gumbreg
16 Mei 2026 (Sabtu)
Jawa: 29 Sela 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Sabtu Pon (Neptu 16)
Hijriah: 29 Zulkaidah 1448 H
Wuku: Wariga Alit
17 Mei 2026 (Minggu)
Jawa: 30 Sela 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Minggu Wage (Neptu 9)
Hijriah: 30 Zulkaidah 1448 H
Wuku: Wariga Alit
18 Mei 2026 (Senin)
Jawa: 1 Besar 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Senin Kliwon (Neptu 12)
Hijriah: 1 Zulhijah 1448 H
Wuku: Wariga Alit
19 Mei 2026 (Selasa)
Jawa: 2 Besar 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Selasa Legi (Neptu 8)
Hijriah: 2 Zulhijah 1448 H
Wuku: Wariga Alit
20 Mei 2026 (Rabu)
Jawa: 3 Besar 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Rabu Pahing (Neptu 16)
Hijriah: 3 Zulhijah 1448 H
Wuku: Wariga Alit
21 Mei 2026 (Kamis)
Jawa: 4 Besar 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Kamis Pon (Neptu 15)
Hijriah: 4 Zulhijah 1448 H
Wuku: Wariga Alit
22 Mei 2026 (Jumat)
Jawa: 5 Besar 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Jumat Wage (Neptu 10)
Hijriah: 5 Zulhijah 1448 H
Wuku: Wariga Alit
23 Mei 2026 (Sabtu)
Jawa: 6 Besar 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Sabtu Kliwon (Neptu 17)
Hijriah: 6 Zulhijah 1448 H
Wuku: Wariagung
24 Mei 2026 (Minggu)
Jawa: 7 Besar 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Minggu Legi (Neptu 10)
Hijriah: 7 Zulhijah 1448 H
Wuku: Wariagung
25 Mei 2026 (Senin)
Jawa: 8 Besar 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Senin Pahing (Neptu 13)
Hijriah: 8 Zulhijah 1448 H
Wuku: Wariagung
26 Mei 2026 (Selasa)
Jawa: 9 Besar 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Selasa Pon (Neptu 10)
Hijriah: 9 Zulhijah 1448 H
Wuku: Wariagung
27 Mei 2026 (Rabu)
Jawa: 10 Besar 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Rabu Wage (Neptu 11)
Hijriah: 10 Zulhijah 1448 H
Wuku: Wariagung
28 Mei 2026 (Kamis)
Jawa: 11 Besar 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Kamis Kliwon (Neptu 16)
Hijriah: 11 Zulhijah 1448 H
Wuku: Wariagung
29 Mei 2026 (Jumat)
Jawa: 12 Besar 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Jumat Legi (Neptu 11)
Hijriah: 12 Zulhijah 1448 H
Wuku: Wariagung
30 Mei 2026 (Sabtu)
Jawa: 13 Besar 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Sabtu Pahing (Neptu 18)
Hijriah: 13 Zulhijah 1448 H
Wuku: Julangwangi
31 Mei 2026 (Minggu)
Jawa: 14 Besar 1959 – Tahun Dal
Pasaran: Minggu Pon (Neptu 12)
Hijriah: 14 Zulhijah 1448 H
Wuku: Julangwangi
1 Mei 2026 : Netral (Wuku Kurantil)
2 Mei 2026 : Netral (Wuku Tolu)
3 Mei 2026 : Netral (Wuku Tolu)
4 Mei 2026 : Netral (Wuku Tolu)
5 Mei 2026 : Netral (Wuku Tolu)
6 Mei 2026 : Netral (Wuku Tolu)
7 Mei 2026 : Netral (Wuku Tolu)
8 Mei 2026 : Netral (Wuku Tolu)
9 Mei 2026 : Netral (Wuku Gumbreg)
10 Mei 2026 : Netral (Wuku Gumbreg)
11 Mei 2026 : Netral (Wuku Gumbreg)
12 Mei 2026 : Netral (Wuku Gumbreg)
13 Mei 2026 : Baik (Wuku Gumbreg – Rabu Kliwon)
14 Mei 2026 : Netral (Wuku Gumbreg)
15 Mei 2026 : Netral (Wuku Gumbreg)
16 Mei 2026 : Netral (Wuku Wariga Alit)
17 Mei 2026 : Netral (Wuku Wariga Alit)
18 Mei 2026 : Naas (Wuku Wariga Alit – Senin Kliwon)
19 Mei 2026 : Netral (Wuku Wariga Alit)
20 Mei 2026 : Netral (Wuku Wariga Alit)
21 Mei 2026 : Naas (Wuku Wariga Alit – Kamis Pon)
22 Mei 2026 : Baik ✅ (Wuku Wariga Alit – Jumat Wage)
23 Mei 2026 : Netral (Wuku Wariagung)
24 Mei 2026 : Naas (Wuku Wariagung – Minggu Legi)
25 Mei 2026 : Netral (Wuku Wariagung)
26 Mei 2026 : Netral (Wuku Wariagung)
27 Mei 2026 : Netral (Wuku Wariagung)
28 Mei 2026 : Netral (Wuku Wariagung)
29 Mei 2026 : Netral (Wuku Wariagung)
30 Mei 2026 : Netral (Wuku Julangwangi)
31 Mei 2026 : Netral (Wuku Julangwangi)
Hari Baik: 13, 22 Mei 2026
Hari Naas: 18, 21, 24 Mei 2026
Hari Netral: Selain tanggal di atas
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.