BOLASPORT.COM - Yamaha dikabarkan berusaha merekrut Luca Marini untuk MotoGP musim depan. Reputasi adik Valentino Rossi sebagai 'pendengar' yang baik bagi kuda besinya disebut sebagai alasannya.
Luca Marini disebut-sebut menjadi pembalap anyar yang dibidik Yamaha.
Seperti dikutip BolaSport.com dari AS, salah satu sumber dekat Marini di paddock menyebut ada tawaran yang besar dari Yamaha.
Marini sendiri kini memperkuat Honda HRC Castrol. Jelang habisnya kontrak pada akhir musim ini, belum ada tanda-tanda jasanya akan diperpanjang.
Kabarnya, Yamaha mengincar Marini karena kemampuannya dalam pengembangan.
Reputasi mantan pemilik rekor waktu tercepat MotoGP di Mandalika itu telah teruji dengan peran yang diakui dalam kebangkitan Honda.
Yamaha patut untuk kebakaran jenggot dengan prahara yang tak kunjung usai di MotoGP.
Motor YZR-M1 yang berjaya di era Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan terakhir Fabio Quartararo berubah menjadi penggembira di MotoGP selama tiga musim terakhir.
Revolusi yang digaungkan untuk tahun ini dengan memensiunkan mesin inline four yang telah menjadi identitas M1 dengan mesin V4 belum membuahkan hasil.
Yang ada, Yamaha berada dalam situasi yang paling diharapkan dalam pengembangan, sudah motornya pelan, kurang andal pula.
Masalah yang sempat tak terpetakan membuat Yamaha mengistirahatkan semua pembalap mereka dari hari kedua tes pramusim di Sepang.
Berlanjut di Buriram, situasi belum baik-baik saja.
Minggu (22/2/2026), hanya ada satu motor untuk diuji coba Fabio Quartararo dan Alex Rins di tim pabrikan alih-alih dua paket per pembalap seperti biasanya pada hari terakhir tes.
"Kami telah mencapai jarak tempuh maksimal untuk mesin di dua motor pabrikan lainnya jelang akhir hari pertama," ucap Direktur Tim Massimo Meregalli, dilansir dari Speedweek.
"Semua komponen-komponen baru dan mesin yang rencananya kami gunakan untuk balapan pertama tidak akan tiba sampai besok."
Tes pramusim yang carut marut makin mencoreng Yamaha. Apalagi, pabrikan Iwata lebih dahulu tertampar kabar rencana kepindahan ujung tombak mereka, Fabio Quartararo
Kendati berhasil meyakinkan juara MotoGP lainnya yaitu Jorge Martin untuk bergabung, Yamaha kalah dalam perburuan pemilik trofi lainnya yaitu Francesco Bagnaia.
Apa kata Marini soal rumor kepindahannya ke Yamaha? "Saya tidak tahu apa-apa, tapi benar bahwa soal mengembangkan motor, saya yang terbaik," ucapnya percaya diri.
Perlu dicatat walau dia sensitif dalam merasakan kelebihan dan kekurangan motornya, keputusan akhir berada di tangan para insinyur.
Marini bisa belajar dari kakaknya sendiri, Valentino Rossi, yang pernah frustrasi karena umpan baliknya cuma masuk ke telinga kiri, keluar dari telinga kanan.
Masalah Yamaha berlangsung sejak tahun-tahun terakhir The Doctor: kurang cepat di lurusan dan pelan saat keluar dari tikungan karena grip ban belakang yang tidak konsisten.
"Saya pikir bagaimanapun (insinyur-insinyur) Jepang mendengarkan apa komentar para pembalap tetapi pada akhirnya mereka melakukan apa yang mereka mau."
"Mereka sudah tahu apa yang ingin mereka perbuat," ucap Rossi jelang lengser dari tim pabrikan Yamaha pada 2020 silam, dikutip dari Autosport.
Bagi Marini, situasi ini bakal terasa seperti deja vu.
Saat dia bergabung dengan Honda untuk musim 2024-2025, segelintir saja yang mau bergabung dengan pabrikan Sayap Emas ketika jagoan sekaliber Marc Marquez sudah angkat tangan.
Marini pun terseok-seok pada awalnya. Butuh sembilan balapan GP bagi dia untuk mencetak poin alias sekadar finis di posisi 15 besar bareng Honda.
Namun, pendekatannya adalah memahami motornya dahulu baru melaju bersamanya.
"Ketika saya tidak memahami sesuatu, maka saya merasa 'kehilangan' sesuatu, dan saya tidak merasa benar-benar rileks," terang Marini kepada Motorsport Magazine.
Marini baru melesat pada pertengahan tahun lalu yang mana juga menandai kebangkitan Honda sampai meninggalkan Yamaha sebagai satu-satunya pabrikan kelas D.
Di antara pembalap Honda lainnya, Marini paling konsisten mendekati grup terdepan menuju akhir musim walau podium yang digadang-gadang belum keluar.
Kekurangan itu membuat dia kurang diperhitungkan ketika hanya ada dua kursi tersisa di Honda, baik di tim pabrikan maupun tim satelitnya.
Dengan salah satunya akan diisi Quartararo, Marini berebut satu slot dengan rekan setimnya, Joan Mir, yang pernah jadi juara MotoGP dan calon rookie, David "Baby GOAT" Alonso.
Di sisi lain, menurut AS, ketertarikan besar dari Yamaha membuat beberapa orang di dalam Honda sudah mengira Marini akan pergi pada akhir musim nanti.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.