SUPERBALL.ID - Saat para penggemar sepak bola Malaysia menantikan putusan penting dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), kritikus Datuk Dr Pekan Ramli meyakini bahwa keputusan tersebut dapat menentukan arah masa depan olahraga nasional.
Sidang yang dijadwalkan akan berfokus pada status tujuh pemain naturalisasi dan kelayakan mereka, sebuah kasus yang telah menimbulkan ketidakpastian atas masa depan tim nasional.
Adapun ketujuh pemain naturalisasi Malaysia yang terlibat kasus tersebut adalah Joao Figueiredo, Hector Hevel, Gabriel Palmero, Facundo Garces, Imanol Machuca, Jon Irazabal dan Rodrigo Holgado.
Para administrator, pemain, dan penggemar kini dengan cemas menunggu putusan yang diperkirakan akan keluar pada Jumat (27/2/2026) pukul 5 pagi waktu setempat, yang dapat memiliki implikasi luas bagi Harimau Malaya.
Kasus ini berakar pada perselisihan mengenai dokumentasi dan kepatuhan terhadap peraturan yang melibatkan proses naturalisasi, sebuah inisiatif yang diperkenalkan dalam beberapa tahun terakhir untuk memperkuat tim nasional.
Meskipun kebijakan tersebut dipandang sebagai upaya strategis untuk meningkatkan daya saing, pertanyaan tentang tata kelola dan kepatuhan terhadap prosedur telah memicu pengawasan di tingkat tertinggi arbitrase sepak bola.
Selama berbulan-bulan, ketidakpastian telah membayangi sepak bola Malaysia.
Hasil sidang CAS diharapkan tidak hanya menentukan kelayakan langsung para pemain, tetapi juga memengaruhi posisi Malaysia secara lebih luas dalam kompetisi regional dan internasional.
Pekan mengatakan bahwa putusan tersebut akan mewakili lebih dari sekadar kesimpulan hukum.
"Apa pun keputusan CAS nantinya, secara keseluruhan putusan ini akan menjadi titik persimpangan yang menentukan," katanya.
"Apakah sepak bola kita akan terus bergumul dengan masalah teknis, administratif, integritas, dan akuntabilitas, serta kekacauan akibat campur tangan eksternal, atau bergerak menuju pemulihan dan reformasi, menuju transformasi yang lebih profesional dan transparan."
Pernyataan-pernyataannya mencerminkan kekhawatiran yang semakin meningkat di kalangan komunitas sepak bola lokal mengenai standar tata kelola dan stabilitas kelembagaan.
Di luar aspek hukum, putusan ini memiliki bobot simbolis.
Harimau Malaya telah menunjukkan potensi dalam kampanye-kampanye terakhir, membangun kembali kepercayaan penggemar setelah bertahun-tahun mengalami performa yang naik turun.
Keputusan apa pun yang memengaruhi komposisi skuad dapat berdampak pada persiapan untuk tugas internasional mendatang dan perencanaan jangka panjang.
Pekan menyimpulkan bahwa keputusan CAS pada akhirnya mungkin akan dikenang bukan hanya karena konsekuensi langsungnya, tetapi juga karena menandai awal reformasi yang lebih mendalam dalam sepak bola Malaysia dan babak lain dalam siklus tantangan tata kelola yang berulang.
Sementara itu, analis sepak bola lokal Zakaria Rahim percaya bahwa AFC menyadari apa yang terjadi terkait masalah pemalsuan yang melibatkan tujuh pemain warisan tersebut.
Badan pengatur itu mungkin hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkan keputusan mereka.
"AFC mungkin sudah memiliki keputusan, tinggal menunggu waktu pengumumannya setelah keputusan CAS," ujar Zakaria Rahim sebagaimana dikutip SuperBall.id dari Bharian.com.my.
"Jika keputusan CAS mengurangi hukuman, itu berarti mereka masih bersalah (terkait kasus pemalsuan dokumen)."
"Jadi, sebenarnya, kita tidak terlalu khawatir tentang keputusan CAS, yang paling mengkhawatirkan adalah tindakan FIFA dan AFC setelah keputusan CAS."
"Ada kemungkinan FIFA akan menskors FAM setelah kasus ini."
"Jika diskors, itu pasti akan merusak ekosistem sepak bola nasional secara keseluruhan. Namun, jika tidak diskors, kita harus bersyukur."
"Jadi, tindakan lanjutan dari FIFA dan AFC adalah hal yang seharusnya kita khawatirkan atau takuti, dan kita harus merayakannya jika hasilnya positif."
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.