GridOto.com- Shockbreaker yang mulai melemah membuat mobil terasa mengayun dan kurang stabil saat bermanuver, terutama di tikungan atau ketika melaju pada kecepatan menengah hingga tinggi.
Kondisi ini umumnya dipicu gaya berkendara yang kurang tepat serta minimnya perawatan pada sektor kaki-kaki.
Bagus Ihsan, penanggung jawab bengkel Abadi Auto spesialis kaki-kaki di Bandung, menjelaskan bahwa kebiasaan menghantam lubang dalam kecepatan tinggi menjadi penyebab paling sering kerusakan shockbreaker.
“Kalau sering kena lubang waktu kencang, seal shock bisa cepat bocor karena tekanan mendadak yang ngehantem shock,” ujarnya.

Selain itu, membawa muatan melebihi kapasitas kendaraan juga mempercepat penurunan performa komponen peredam tersebut.
Menurutnya, beban berlebih membuat shockbreaker bekerja di luar batas ideal sehingga umur pakainya lebih pendek dari seharusnya.
“Mobil yang sering overload biasanya shock-nya cepat lemah karena terus menahan beban di titik kompresi maksimal,” jelas Bagus.
Perawatan sederhana seperti menjaga kebersihan kolong mobil juga berperan penting dalam menjaga kondisi shockbreaker.
Debu atau lumpur yang menempel pada batang piston berisiko merusak seal dan memicu kebocoran oli.

Tekanan angin ban yang tidak sesuai anjuran pabrikan turut memberi beban tambahan pada sistem suspensi.
Karena itu, pemeriksaan visual berkala untuk memastikan tidak ada rembesan oli atau karat pada per perlu dilakukan agar kerusakan tidak merembet ke komponen lain.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.