Jakarta -

Penjual nasi campur di Malaysia viral usai menyentil pelanggan yang mengeluh harga mahal. Ia ungkap biaya operasional hingga bahan baku yang terus naik.


Harga makanan yang kian mahal kerap memicu keluhan pelanggan di berbagai tempat makan. Hal ini pula yang memicu curahan hati seorang penjual nasi campur di Malaysia.


Sosoknya viral setelah meluapkan kekesalannya terhadap keluhan pelanggan soal harga yang dianggap makin mahal.




Lewat unggahan Facebook, pria yang dikenal dengan nama Li Dashu itu menegaskan biaya operasional yang terus meningkat membuat harga nasi campur tak lagi sama.




Viral! Penjual Nasi Campur Sentil Pelanggan yang Ngeluh Harga MahalViral! Penjual Nasi Campur Sentil Pelanggan yang Ngeluh Harga Mahal Foto: Facebook

Keluhan pelanggan soal nasi campur yang kini tak lagi murah memang sering terdengar, seperti yang dikutip dari World of Buzz (11/2).



Banyak yang membandingkan harga saat ini dengan beberapa tahun lalu, ketika sepiring nasi campur bisa didapat dengan harga sangat terjangkau.


Namun, sang penjual menilai perbandingan tersebut tidak adil karena kondisi usaha sudah jauh berbeda.


Ia menjelaskan, dulu nasi campur dijual di warung kecil dengan fasilitas terbatas dan jumlah pegawai yang minim.



Viral! Penjual Nasi Campur Sentil Pelanggan yang Ngeluh Harga MahalViral! Penjual Nasi Campur Sentil Pelanggan yang Ngeluh Harga Mahal Foto: Facebook

Kini, pelanggannya menikmati tempat makan yang nyaman, ber-AC, meja bersih, serta pilihan lauk yang jauh lebih beragam. Semua itu, menurutnya, tentu memerlukan biaya tambahan.


"Bukan cuma tagihan listrik dan air, tapi juga gaji 10 karyawan, harga bahan baku yang terus naik, sampai potensi makanan terbuang. Itu semua adalah biaya," kata Li Dashu.


"Apa benar Anda berharap saya bisa menjual sepiring nasi hanya seharga RM10 atau sekitar Rp33 ribu?" tulisnya.


Ia juga menyinggung kebiasaan sebagian pelanggan yang tak keberatan membayar sekitar Rp 66.000-Rp 99.000 untuk makan di pusat perbelanjaan.


Namun justru mempersoalkan harga di kedainya. Menurutnya, hal tersebut terasa tidak adil.


"Saya tidak menjalankan usaha amal. Saya juga punya keluarga yang harus dinafkahi," lanjutnya


Yang paling membuatnya kesal bukan hanya keluhan harga, tetapi juga ulasan bintang satu di Google yang diberikan pelanggan ketika merasa tidak puas.


Ia menilai ulasan negatif tersebut dapat merusak reputasi usaha yang sudah dibangunnya dengan susah payah.


Sebagai solusi, ia menyarankan pelanggan untuk mengambil lauk secukupnya jika ingin membayar lebih murah.


Namun, jika tetap merasa keberatan, ia mempersilakan mereka untuk makan di tempat lain.


"Kalau tidak suka, jangan makan di sini. Anda punya tekanan hidup, saya juga punya tagihan yang harus dibayar. Saya tidak berutang apa pun pada Anda," tegasnya.








Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.