Grid.ID – Bagi lidah orang Indonesia, makan tanpa sambal ibarat sayur tanpa garam, terasa hambar dan kurang lengkap. Kehadiran sambal sebagai pendamping lauk sederhana seperti tahu dan tempe saja sudah cukup membuat nafsu makan bertambah berkali-kali lipat.

Namun, ada satu masalah klasik yang kerap menghantui para ibu rumah tangga menjelang bulan suci Ramadan 2026, yakni harga bahan pokok yang merangkak naik. Salah satu komoditas yang harganya seringkali "pedas" di kantong saat menjelang puasa adalah cabai.

Melihat fenomena ini, membuat stok sambal dalam jumlah banyak bisa menjadi strategi penghematan yang jitu. Sayangnya, sambal buatan rumah seringkali cepat basi jika tidak diolah dengan benar. Tentu sayang sekali jika sambal yang sudah dibuat dengan modal mahal harus berakhir di tempat sampah, bukan?

Sebelum masuk ke tips dapur, tahukah kamu bahwa varian sambal di Indonesia sangatlah beragam? Hal ini dibuktikan oleh sebuah riset mendalam.

Melansir dari National Geographic Indonesia, seorang peneliti pangan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus penulis buku kuliner ternama, Prof. Dr. Murdijati Gardjito, mengungkapkan fakta menarik.

Pada tahun 2017, beliau dan timnya berhasil mengidentifikasi ratusan jenis sambal. Ditemukan 212 jenis sambal yang memiliki asal-usul jelas, serta 43 jenis lainnya yang asal-usulnya belum teridentifikasi.

Prof. Murdijati memaparkan persebaran sambal tersebut di berbagai wilayah Indonesia:

"Sambal paling banyak yaitu 43 persen ada di Jawa, 20 persen di Sumatera, delapan persen di Nusa Tenggara dan Bali, kemudian Maluku, Kalimantan, dan Sulawesi,"

Secara garis besar, sambal di Tanah Air dibagi menjadi dua golongan utama. Pertama adalah sambal masak, yang melalui proses pemanasan sehingga menghasilkan rasa yang lebih matang dan kompleks. Kedua adalah sambal mentah, yang diolah segar tanpa dimasak dan langsung disajikan.

Nah, agar sambal masak buatanmu bisa menjadi stok penyelamat saat sahur atau berbuka puasa nanti, teknik pengolahannya tidak boleh sembarangan. Dikutip dari laman Kompas.com, penggunaan minyak yang cukup juga menjadi kunci pengawet alami karena dapat mencegah pertumbuhan bakteri anaerob pada sambal.

Berikut adalah langkah-langkah rahasia agar sambal buatanmu awet hingga tiga bulan tanpa bahan kimia berbahaya:

1. Higienitas adalah Kunci Utama

Langkah pertama yang sering diabaikan adalah kebersihan. Pastikan seluruh peralatan tempur di dapur seperti cobek, blender, spatula, dan wajan dalam keadaan bersih. Cuci juga bahan baku sampai tuntas.

Ingat, kotoran sekecil apapun bisa menjadi sarang bakteri yang mempercepat proses pembusukan.

2. Matangkan Bahan Sebelum Dihaluskan

Jangan langsung mengulek cabai mentah. Sangrai atau goreng terlebih dahulu bawang, cabai, dan tomat sebelum dihaluskan.

Tujuannya bukan hanya untuk menghilangkan bau langu yang mengganggu, tetapi juga untuk menyusutkan kadar air pada bahan. Kadar air yang rendah adalah kunci sambal yang tahan lama.

3. Teknik Tumis Perlahan

Setelah bumbu dihaluskan, jangan terburu-buru mengangkatnya. Tumis kembali sambal halus tersebut dengan api kecil.

Lakukan proses ini sekitar 7 hingga 10 menit. Langkah ini krusial untuk memastikan sisa-sisa air menguap sempurna lewat perantara minyak panas.

4. Pastikan Sambal Benar-Benar Tanak

Sambal yang tanggung matangnya adalah musuh utama keawetan. Kenali ciri sambal yang sudah matang sempurna (tanak), yakni minyaknya mulai terpisah dari bumbu (pecah minyak), warnanya berubah menjadi lebih pekat atau gelap, dan aromanya harum menyengat.

5. Jangan Biarkan di Wajan Panas

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah membiarkan sambal dingin di atas wajan. Suhu panas wajan akan membuat proses memasak terus berjalan (overcooked) dan bisa mengubah rasa. Segera pindahkan sambal ke wadah lain dan biarkan suhunya turun secara alami hingga setara suhu ruang.

6. Sterilisasi Wadah Penyimpanan

Gunakan toples kaca atau wadah kedap udara yang sudah disterilkan (direbus air panas dan dikeringkan). Saat hendak mengambil sambal untuk makan, haram hukumnya menggunakan sendok bekas mulut atau bekas lauk lain. Selalu gunakan sendok bersih agar tidak ada kontaminasi silang.

7. Manfaatkan Kulkas dan Freezer

Setelah sambal dingin dan ditutup rapat, simpanlah di dalam lemari pendingin. Jika diletakkan di bagian chiller (kulkas bawah), sambal bisa awet berminggu-minggu. Namun, jika kamu ingin stok tersebut bertahan hingga tiga bulan, freezer adalah tempat penyimpanan terbaik.

Itulah tips cerdas menyiapkan stok sambal untuk menyambut bulan puasa. Selamat mencoba.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.