Grid.ID – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) memberikan perhatian serius terhadap perselisihan yang terjadi antara Inara Rusli dan Virgoun. Khawatir akan dampak psikis yang menimpa anak-anak akibat konflik yang berkepanjangan, Komnas Anak berencana menerjunkan tim psikolog untuk memantau kondisi mental ketiga anak pasangan tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Komnas Anak, Agustinus Sirait, menyusul penundaan agenda klarifikasi yang seharusnya dihadiri oleh pihak Virgoun di Kantor Komnas Anak, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (3/2/2026).

Agustinus menekankan bahwa kecepatan penyelesaian masalah sangat krusial demi meminimalisir dampak negatif pada tumbuh kembang anak. Ia berharap proses ini tidak menemui jalan buntu yang lama.

"Karena kan jangan sampai ini berlarut-larut ya, tentu nanti anak yang bisa mendapat efeknya nanti untuk mentalnya anak," ujar Agustinus Sirait.

Dugaan Penutupan Akses Komunikasi

Persoalan ini bermula dari aduan Inara Rusli yang merasa akses komunikasinya dengan anak-anak diputus sejak mereka dibawa oleh Virgoun. Menurut Agustinus, tindakan memutus hubungan antara anak dan salah satu orang tuanya merupakan pelanggaran terhadap hak anak.

"Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan kasih sayang baik dari ayah atau dari ibu. Nah, itu mungkin yang masyarakat perlu ketahui," tegasnya.

Agustinus juga menyoroti laporan mengenai pembatasan alat komunikasi yang akhirnya membuat anak sulit menghubungi ibunya.

"Seharusnya kan tidak boleh ada salah satu pihak, apakah ketika anaknya berada di Ibu IR atau anaknya juga berada di Bapak V, anak itu diputus komunikasinya. Karena anak mempunyai hak untuk mendapatkan kasih sayang dari bapak dan dari ibu. Itu yang perlu dicamkan," tambahnya.

Bantu Mengirim Tenaga Psikolog

Sebagai bentuk kepedulian dan upaya memastikan kepentingan terbaik bagi anak, Komnas Anak tidak hanya menunggu proses mediasi, tetapi juga menyiapkan langkah observasi langsung melalui tenaga profesional.

"Dan kami juga berniat juga nanti akan mengirimkan bantuan tenaga psikolog untuk misalnya mengetahui sampai hari ini ketiga anak itu kira-kira apakah baik-baik saja. Nah, itu nanti kita bisa dapatkan informasinya," ungkap Agustinus.

Rencana pengiriman psikolog ini akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan pihak Virgoun pada pertemuan berikutnya yang dijadwalkan minggu depan. Komnas Anak berharap agar kedua belah pihak dapat menurunkan ego demi masa depan anak-anak mereka.

"Lepaskanlah egoisme dari masing-masing pihak. Fokus kepada anak-anak kita yang hari ini kita tahu sendiri banyak permasalahan anak-anak kita," katanya.

"Ya jangan kita juga menambah daftar hitam tentang bahwa anak-anak kita tidak mendapatkan kasih sayang dan sebagainya, mempunyai efek buruk tentang kejadian ini," tutup Agustinus.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.