TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kenaikan harga emas dalam beberapa waktu terakhir berdampak nyata pada aktivitas jual beli di Kota Balikpapan. 

Fenomena ini terlihat jelas di Toko Emas Prisia, yang justru lebih ramai dikunjungi masyarakat yang ingin menjual emas ketimbang membeli.

Pemilik Toko Emas Prisia, Adi, mengungkapkan bahwa dalam sekitar 10 hari terakhir, harga emas terpantau tidak stabil dengan fluktuasi naik-turun yang cukup tajam.

RAMAI JUAL EMAS - Kenaikan harga emas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir berdampak langsung pada aktivitas jual beli di sejumlah toko emas di Balikpapan. Salah satunya dirasakan Toko Emas Prisia yang berlokasi di Blok AA Nomor 4, Klandasan, Balikpapan Kota. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO‎)
RAMAI JUAL EMAS - Kenaikan harga emas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir berdampak langsung pada aktivitas jual beli di sejumlah toko emas di Balikpapan. Salah satunya dirasakan Toko Emas Prisia yang berlokasi di Blok AA Nomor 4, Klandasan, Balikpapan Kota. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO‎)

Kondisi tersebut membuat pembeli cenderung menahan diri, sementara masyarakat justru ramai menjual emas.

‎“Kalau harga naik seperti ini, pembeli pasti sepi. Justru yang ramai itu orang yang menjual emas,” ujar Adi saat ditemui tribunkaltim.co di lapaknya, Selasa (3/2/2026).

Baca juga: Harga Emas Melonjak, Warga Balikpapan Ramai-ramai Jual Emas

7 fakta penting terkait lonjakan harga emas dan dampaknya di Balikpapan

Berikut 7 fakta penting terkait lonjakan harga emas dan dampaknya di Klandasan:

1. Harga Emas Tak Stabil

Pemilik Toko Emas Prisia, Adi, menyebut harga emas dalam sekitar 10 hari terakhir bergerak fluktuatif dengan kecenderungan naik-turun tajam. Ketidakstabilan ini membuat calon pembeli memilih menahan transaksi.

2. Penjual Lebih Ramai

Saat harga melonjak, aktivitas toko didominasi penjual.

“Kalau harga naik seperti ini, pembeli pasti sepi. Justru yang ramai itu orang yang menjual emas,” ujar Adi, Selasa (3/2/2026).

3. Penjualan Capai 30 Gram per Hari

Dalam periode tersebut, rata-rata emas yang dijual masyarakat ke tokonya mencapai 20–30 gram per hari. Jumlah ini terbilang tinggi dibanding kondisi normal.

Baca juga: Harga Emas Meroket, Pengamat Unmul Wanti-wanti Dampak ke Ekonomi RI

4. Harga Sempat Tembus Rp2,4 Juta

Adi menjelaskan, untuk emas kisaran 17 karat, harga kini berada di sekitar Rp2.200.000 per satuan dan bahkan sempat menyentuh Rp2.400.000 beberapa hari lalu sebelum turun sedikit.

5. Daya Beli Melemah

Lonjakan harga membuat minat beli masyarakat menurun signifikan. Penjualan emas nyaris tidak bergerak, berbanding terbalik dengan arus penjualan dari masyarakat ke toko.

6. Toko Batasi Pembelian

Akibat stok menumpuk, pihak toko terpaksa membatasi pembelian emas dari penjual.

“Pembeli sedikit, stok jadi menumpuk. Orang lebih banyak jual emas daripada beli,” kata Adi.

7. Lonjakan Terasa Paling Signifikan

Menurut Adi, kenaikan harga emas kali ini merupakan yang paling signifikan selama ia menjalankan usaha lebih dari 15 tahun di Klandasan.

Baca juga: Tips Jitu dari Pedagang Balikpapan agar Emas Perhiasan Tetap Berkilau dan Awet

Pergerakan harga saat ini sangat dipengaruhi kondisi pasar global, sehingga sulit diprediksi kapan akan kembali stabil.

Fenomena ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha emas di Balikpapan. Di satu sisi, harga tinggi menguntungkan penjual emas dari masyarakat.

Namun di sisi lain, toko harus mengelola stok dengan hati-hati di tengah lesunya pembelian. Selama pasar global masih bergejolak, harga emas diperkirakan tetap fluktuatif dan memengaruhi perilaku transaksi di tingkat lokal. (*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.