TRIBUNMANADO.CO.ID - Talaud menyimpan beragam tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Tak hanya pantai, wisata sejarah menjadi salah satu sajian bagi turis yang disajikan oleh Talaud.

Satu dari sekian banyak wisata sejarah ialah Gua Larenggam.

Gua Larenggam menjadi simbol perlawanan dan saksi bisu kekejaman penjajah.

Gua ini terletak di Desa Arangkaa, Kecamatan Gemeh.

WISATA: Gua Larenggam menjadi simbol perlawanan dan saksi bisu kekejaman penjajah. Gua ini terletak di Desa Arangkaa, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud, Foto diambil oleh Tribunmanado.co.id pada Rabu (9/4/2025).
WISATA: Gua Larenggam menjadi simbol perlawanan dan saksi bisu kekejaman penjajah.
Gua ini terletak di Desa Arangkaa, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud, Foto diambil oleh Tribunmanado.co.id pada Rabu (9/4/2025). (Tribun Manado/Gryfid Talumedun)

Jika ingin mengunjungi tempat ini, wisatawan bisa menggunakan kendaraan darat dengan jarak tempuh 1-2 Jam dari Pusat kota Melonguanne, Talaud.

Gua yang berada di sebelah utara Pulau Karakelang ini menyimpan tulang-belulang para panglima perang yang dieksekusi.

Gua tersebut tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata edukatif dan budaya.

Dengan pantai berpasir putih dan laut biru di sekitarnya, situs ini bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata sejarah yang bernilai tinggi.

Namun, kondisi fisik gua sangat memprihatinkan.

Tugu penanda mulai rusak, tulang-belulang tidak terawat, dan banyak peninggalan sejarah telah hilang dijarah.

Piring keramik, gelas kuningan, dan piala peninggalan era kolonial kini raib dijual ke kolektor antik.

Gua dan Kisah Raja Larenggam

Kisah perjuangan masyarakat lokal melawan kolonialisme sering kali tersembunyi di balik narasi besar sejarah nasional. 

Salah satu kisah yang terlupakan namun sarat makna adalah perlawanan Larenggam di Pulau Karakelang, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Yang mana peninggalan sejarah tersebut yang kini menjadi potensi wisata sejarah yang terkandung dalam situs Gua Larenggam. 

Akhir abad ke-19 menandai fase intensif ekspansi kolonial Belanda ke wilayah-wilayah timur Indonesia.

WISATA: Gua Larenggam menjadi simbol perlawanan dan saksi bisu kekejaman penjajah Kolonialisme Belanda. Gua ini terletak di Desa Arangkaa, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud, Foto diambil oleh Tribunmanado.co.id pada Rabu (9/4/2025).
WISATA: Gua Larenggam menjadi simbol perlawanan dan saksi bisu kekejaman penjajah Kolonialisme Belanda. Gua ini terletak di Desa Arangkaa, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud, Foto diambil oleh Tribunmanado.co.id pada Rabu (9/4/2025). (Tribun Manado/Gryfid Talumedun)

Kepulauan Talaud, yang berada di perbatasan utara Nusantara, menjadi salah satu target militer Hindia Belanda.

Dengan puluhan kapal perang, tentara Belanda berupaya menundukkan kerajaan-kerajaan kecil di sana, termasuk Kerajaan Larenggam yang dipimpin oleh Raja Larenggam di Pulau Karakelang.

Raja Larenggam merupakan figur pemimpin lokal yang menolak tunduk pada kolonialisme.

Ketika Bremula, pemimpin militer Belanda, melakukan negosiasi dengan raja-raja kecil, Raja Larenggam memilih untuk menolak permintaan mereka, mempertahankan kedaulatan kerajaannya, dan menolak nasib serupa dengan wilayah-wilayah lain yang telah jatuh ke tangan Belanda.

Sayangnya, keputusan ini berujung pada tragedi.

Tentara Belanda menggempur wilayah Larenggam, membakar istana, dan membunuh Raja, Permaisuri, serta keluarga kerajaan.

Para panglima kerajaan yang tertangkap kemudian dipenjara dan dibantai dalam sebuah gua yang kini dikenal sebagai Gua Larenggam.

WISATA: Gua Larenggam menjadi simbol perlawanan dan saksi bisu kekejaman penjajah Kolonialisme Belanda. Gua ini terletak di Desa Arangkaa, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud, Foto diambil oleh Tribunmanado.co.id pada Rabu (9/4/2025).
WISATA: Gua Larenggam menjadi simbol perlawanan dan saksi bisu kekejaman penjajah Kolonialisme Belanda. Gua ini terletak di Desa Arangkaa, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud, Foto diambil oleh Tribunmanado.co.id pada Rabu (9/4/2025). (Tribun Manado/Gryfid Talumedun)
WISATA: Gua Larenggam menjadi simbol perlawanan dan saksi bisu kekejaman penjajah Kolonialisme Belanda. Gua ini terletak di Desa Arangkaa, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud, Foto diambil oleh Tribunmanado.co.id pada Rabu (9/4/2025).
WISATA: Gua Larenggam menjadi simbol perlawanan dan saksi bisu kekejaman penjajah Kolonialisme Belanda. Gua ini terletak di Desa Arangkaa, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud, Foto diambil oleh Tribunmanado.co.id pada Rabu (9/4/2025). (Tribun Manado/Gryfid Talumedun)
WISATA: Gua Larenggam menjadi simbol perlawanan dan saksi bisu kekejaman penjajah Kolonialisme Belanda. Gua ini terletak di Desa Arangkaa, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud, Foto diambil oleh Tribunmanado.co.id pada Rabu (9/4/2025).
WISATA: Gua Larenggam menjadi simbol perlawanan dan saksi bisu kekejaman penjajah Kolonialisme Belanda. Gua ini terletak di Desa Arangkaa, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud, Foto diambil oleh Tribunmanado.co.id pada Rabu (9/4/2025). (Tribun Manado/Gryfid Talumedun)
WISATA: Gua Larenggam menjadi simbol perlawanan dan saksi bisu kekejaman penjajah Kolonialisme Belanda. Gua ini terletak di Desa Arangkaa, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud, Foto diambil oleh Tribunmanado.co.id pada Rabu (9/4/2025).
WISATA: Gua Larenggam menjadi simbol perlawanan dan saksi bisu kekejaman penjajah Kolonialisme Belanda. Gua ini terletak di Desa Arangkaa, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud, Foto diambil oleh Tribunmanado.co.id pada Rabu (9/4/2025). (Tribun Manado/Gryfid Talumedun)
WISATA: Gua Larenggam menjadi simbol perlawanan dan saksi bisu kekejaman penjajah Kolonialisme Belanda. Gua ini terletak di Desa Arangkaa, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud, Foto diambil oleh Tribunmanado.co.id pada Rabu (9/4/2025).
WISATA: Gua Larenggam menjadi simbol perlawanan dan saksi bisu kekejaman penjajah Kolonialisme Belanda. Gua ini terletak di Desa Arangkaa, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud, Foto diambil oleh Tribunmanado.co.id pada Rabu (9/4/2025). (Tribun Manado/Gryfid Talumedun)
WISATA: Gua Larenggam menjadi simbol perlawanan dan saksi bisu kekejaman penjajah. Gua ini terletak di Desa Arangkaa, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud, Foto diambil oleh Tribunmanado.co.id pada Rabu (9/4/2025).
WISATA: Gua Larenggam menjadi simbol perlawanan dan saksi bisu kekejaman penjajah. Gua ini terletak di Desa Arangkaa, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Talaud, Foto diambil oleh Tribunmanado.co.id pada Rabu (9/4/2025). (Tribun Manado/Gryfid Talumedun)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

Baca Lebih Lanjut
Innalillahi, Bayi 6 Bulan Hilang Misterius usai Mobil Terjun ke Sungai di Sumatera Utara, Orang Tua Menangis Pilu
Widy Hastuti Chasanah
Tradisi Puter Kayun, Cara Masyarakat Boyolangu Banyuwangi Mengenang Jasa Ki Martojoyo
Timesindonesia
Dion Markx Jelaskan soal Dugaan Cedera Usai Debut di Divisi 2 Liga Belanda
KumparanBOLA
Cedric Maulana Ahmad, 2nd Runner Up Putra Kebudayaan Cilik Nusantara 2024 Siap Go Internasional
Timesindonesia
Bak Film, Peristiwa BMW Terjun dari Ujung Tol di Gresik Terekam CCTV
Detik
Obwis di Pantura Jadi Primadona, 61 Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran 2025
Detik
Indonesia Ajukan Tempe Sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO
Timesindonesia
BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau pada Agustus dan Oktober
Timesindonesia
Bertahan dengan 1 Dokar, Puter Kayun 2025 Boyolangu Banyuwangi Tetap Lestari di Era Modern
Timesindonesia
BMKG Waspadai Cuaca Ekstrem Selama Pancaroba, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai
Visi News