TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah sosok Zulkanain, pria stroke yang nekat jalan kaki dari Surabaya ke Palembang, Sumatera Selatan.

Sosok Zulkanain pria paruh baya yang mengalami stroke nekat berjalan kaki dalam kondisi stroke.

Tak main-main, ia nekat berjalan kaki dari Surabaya ke Palembang.

Hal itu lantaran Zulkanain diusir istrinya di Nganjuk.

Mengaku diusir istrinya, Zulkanain pun terpaksa harus berjalan kaki dari Gresik-Lamongan dengan tertatih-tatih di tengah kondisinya stroke. 

Kisahnya pun kini sontak viral setelah bertemu dengan Ipda Purnomo, yang dikenal sebagai polisi baik di Lamongan.

Dari tayangan Youtubenya, Ipda Purnomo awalnya bertemu dengan Zulkanain yang mengenakan baju biru tua dan membawa alat ngamen, serta merangkul tasnya di jalan lintas Lamongan.

Pria paruh baya tersebut mengaku sudah dua minggu jalan kaki sambil mengamen mengumpulkan uang untuk ongkos ke Palembang.

Ia memilih untuk pulang ke Palembang lantaran ingin bertemu keluarga ayahnya.

"Ada keluarga saya di Palembang, anak saya, adik saya, sebagian keluarga saya ada di Malaysia," ujar Zulkanain terbata-bata, dilansir dari Youtube Purnomo Belajar Baik.

"Keluarga bapak saya di Palembang punya rumah makan Pagi Sore Siang Malam," ungkapnya.

Ipda Purnomo kemudian menggantikan baju Zulkanain dengan kaos berwarna orange.

"Ini kenapa pak tangannya," tanya Ipda Purnomo.

"Saya kena stroke yang kedua, ini kepala ada benjolan darah mengumpal di kepala saya," ujar Zulkarnain.

Selama di Surabaya, Zulkanain mengaku sehari-hari bekerja sebagai penjual aksesoris kalung, parfum dan kacamata.

Namun, kehidupannya memburuk setelah mengalami stroke pada tahun 2014.

Rumah yang pernah dibangun sama istrinya di Tulungangin Sidoarjo dijual untuk berobat namun belum ada kesembuhan.

Hingga tahun 2017, ia diusir oleh istrinya setelah dua kali idap stroke.

"Waktu itu saya menikahi dia terus setelah hidup selama 10 tahun sama dia, karena stroke yang kedua saya gak bisa jalan, akhirnya selama tiga tahun enggak kerja saya dibuang," ucapnya sambil menangis mengenang dibuang sang istri.

"Kata istri dulu 'saya gak mau hidup sama kamu, saya enggak suka lagi sama kamu'," katanya.

Saat itu, ia diusir tengah malam hingga membuat kedua anaknya menangis berpisah dengan sang ayah. 

"Jam 2 pagi, pas mau keluar rumah digandolin kaki saya sama anak saya 'jangan pergi pak, jangan pergi' dulu mereka saya bawa kasih Rp5000 satu orang buat beli eskrim langsung saya tinggal pak," bebernya sambil terenyuh.

Hingga 8 tahun berjalan, Zulkarnain tak pernah bertemu lagi dengan dua anaknya yang masih kecil.

"Saya dibuang sama istri saya, uang saya udah abis enggak bisa jualan," kata Zulkarnain.

"Saya gak pernah ketemu anak saya, Reza sama Inzi, yang besar kelas 3 SD, yang kecil kelas 1, " sambungnya.

Zulkarnain mengaku hanya luntang-lantung mengamen di jalanan.

Mendengar cerita Zulkarnain, Ipda Purnomo tampak terenyuh dan mengulurkan tangannya untuk membantu agar pria paruh baya tersebut bisa pulang ke keluarganya di Palembang.

Bahkan, ia sempat menawarkan diri tinggal dengannya, namun ditolak.

Polisi yang menjabat sebagai Kanit Binpolmas Satbinmas Polres Lamongan itu lantas mengantarkan Zulkarnain ke terminal bus.

"Bapak kalau ke Palembang nama keluarganya siapa," tanya Ipda Purnomo.

"Ada mbak saya Retno Anggraini, adik saya Benrial Alfrizal, Erdawati, ada di Palembang," jawabnya.

"Bener ya pak nanti saya naikkan bapak bus kalau tahu alamatnya benar-benar ya, nanti bapak saya kasih WA saya," ujar Ipda Purnomo.

Sebelum diberangkatkan, Ipda Purnomo sempat memberikan uang saku untuk Zulkarnain selama di perjalanan.

"Alhamdulillah, saya ucap syukur karena hari ini diberikan kesempatan untuk berbuat baik lagi, hari ini kami bisa senyum bapak akhirnya bisa pulang, mudah-mudahan setelah bapak di Palembang bapak nanti sehat, sembuh dari strokenya," pungkasnya.

(*/tribun-medan.com)

Baca Lebih Lanjut
Kisah Pilu Zulkanain, Pria Stroke Ngaku Diusir Istri,Nekat Jalan Kaki dari Surabaya Mau ke Palembang
Shinta Dwi Anggraini
Viral Pria di Bekasi Lempar Anaknya ke Jalan yang Tergenang Air, Pelaku Akhirnya Ditangkap
Eko Sutriyanto
Kejanggalan Arne Slot Kena Kartu Merah Usai Jabat Tangan dengan Wasit, Bingung Diusir dari Lapangan
Ilham Fazrir Harahap
Pria di Tangsel Tewas Usai Lompat dari Apartemen, Diduga karena Pinjol
KumparanNEWS
SOSOK Kakek 66 Tahun di Ciputat Datangi Kantor Polisi Curhat Diusir Anak dan Mau Nikah Lagi
Angel aginta sembiring
Sempat Lambaikan Tangan ke Istri, Pria Lompat dari Balkon Apartemen
M Syofri Kurniawan
GEGARA Putus Cinta, Pria di Banyuwangi Nekat Panjat Tower, Mau Turun Saat Diajak Ngopi
Angel aginta sembiring
Diduga Sakit, Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Area Musala SPBU di Palembang
Shinta Dwi Anggraini
Pria Menangis Histeris di TKP Kecelakaan, Istrinya Tewas Terlindas Truk Tronton
M Syofri Kurniawan
Sosok Pieter Huistra: Dikaitkan Jadi Pengganti Paul Munster di Persebaya Surabaya, Indikasinya
Abdullah Faqih