TRIBUNMANADO.CO.ID - Sofian, pria yang berada di jembatan Interchange Manado, Sulawesi Utara (Sulut), saat Claudia Aurelia Lahunduitan melompat, memberikan kesaksiannya.
Sofian menceritakan detik-detik kejadian yang membuat Claudia meregang nyawa.
Saat itu, ia bersama dua saudarinya sedang mengambil foto di lokasi kejadian.
"Tiba-tiba korban datang dan meminta saudari saya untuk merekam video menggunakan ponselnya," ujar Sofian.
Mulanya, Sofian mengira korban hanya ingin merekam video biasa.
Namun, tanpa diduganya, Claudia naik ke pembatas jembatan dan langsung melompat.
"Saya sempat berusaha menahannya, tapi jarak kami cukup jauh, sehingga saya terlambat mencegahnya," lanjutnya.
Melihat korban jatuh, Sofian segera mendatangi Polsek Mapanget untuk melaporkan kejadian tersebut.
Setelah menerima laporan dari Sofian, pihak Kepolisian pun langsung menuju ke TKP.
Sosok Claudia
Claudia, korban tewas yang diduga jatuh dari jembatan Interchange Manado, Sulut, merupakan adalah anak tunggal.
"Dia itu anak tunggal," kata seorang paman dari Claudia, Minggu (2/2/2025) di rumah duka di Manado, Sulut.
Sebutnya, Claudia sangat disayang kedua orang tuanya.
Mereka bekerja keras untuk membiayai sekolah Claudia.
"Saya ayah buruh bangunan, sedang sang ibu kerja di rumah makan, keduanya kerja keras untuk mengongkosi sang anak," katanya.
Setahunya Claudia tinggal menyelesaikan semester akhir.
Ia menuturkan, Claudia anak yang pintar dan baik.
"Hanya saja ia memang tertutup," katanya.
Selain mengurus jenazah Claudia, mereka juga terus menguatkan kedua orang tua Claudia.
"Beban keduanya memang sangat berat, kami terus memberikan penghiburan dan penghiburan sejati hanya ada dalam Yesus Kristus," ujarnya.
Ia merupakan warga Tagulandang yang sedang merantau ke Manado dan tinggal di sebuah kos di Kelurahan Buha.
Salah satu anggota keluarga korban mengaku kaget setelah mengetahui kejadian tersebut dari media sosial.
"Kami tidak menyangka sama sekali, karena dia adalah pribadi yang baik, meskipun memang pendiam," ujar pihak keluarga.
Mereka segera menuju rumah sakit begitu mendapat informasi dari kepolisian.
Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Claudia
Beberapa orang dekat Claudia tak bisa menahan tangis saat jenazah almarhumah tiba di rumah kerabat di Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
Jenazah Claudia diberangkatkan dari RS Kandou Minggu siang.
Claudia meninggal dunia Minggu subuh setelah menjalani perawatan sejak Sabtu malam.
Amatan tribunmanado.co.id di lokasi, kedua orang tua Claudia tampak begitu terpukul dan sangat kehilangan.
Sang ibu berulangkali memeluk jenazah putrinya. Dirinya menangis keras. Jeritannya pilu menyayat hati.
"Adoo kasiang, ini papa deng mama kasiang dade," teriaknya.
"Bangon ade, kasiang," kata dia.
Sang ibu musti beberapa kali ditenangkan oleh pelayat.
Sementara sang ayah terlihat membelai Claudia. Ia tak bersuara.
Tatapannya kosong. Ia coba tegar.
Namun tangisnya tak bisa dibendung lagi saat rekan rekan Claudia melayat.
Tak hanya keluarga. Para pelayat juga tampak memangku duka.
Mereka tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan jenazah Claudia.
Jenazah Claudia sendiri tampak cantik dalam balutan pakaian putih.
Disclaimer:
Bunuh diri bisa terjadi saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan atau rasa depresi yang ada.
Jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit atau klinik terdekat yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa di daerah Anda seperti ke Rumah Sakit Jiwa Prof. dr. VL. Ratumbuysang di Manado, Sulawesi Utara.
(TribunManado.co.id)