TRIBUN-MEDAN.com - Inilah sosok Nurhalisa, siswi SMA yang nyambi jadi kuli panggul semen demi bantu ekonomi keluarga.
Tak pelak, Nurhalisa menjadi sorotan netizen.
Ia disorot karena kegigihannya memikul beban berat demi membantu orang tuanya.
Tak ayal sosoknya menuai pujian dari publik.
Dalam unggahan di TikTok pribadinya, seluruh caption mengungkapkan jika dirinya bekerja seperti itu demi membantu keluarganya.
Di video juga tampak juga seorang wanita paruh baya yang diduga merupakan ibu Nurhalisa.
Dalam postingan, wanita tersebut mengenakan hijab namun jalannya tertatih seperti pincang.
"Jangan lupa bersyukur teman" apapun pekerjaannya yang penting halal Always Allah," tulisnya, dikutip dari akun TikTok Nurhalisa1_.
Sayangnya informasi lebih dalam tentang sosoknya belum mendetail.
Sebab Nurhalisa mematikan kolom komentarnya.
Namun dari unggahan lainnya diketahui jika Nurhalisa jago bela diri.
Terlihat dirinya memamerkan piagam dari ajang seni bela diri.
Kemudian bila merujuk pada foto profil dalam TikTok tersebut, ia mengenakan seragam silat Tapak Suci.
Kini videonya kadung tersebar dan banyak netizen yang mengatakan jika yang dibuat Nurhalisa bukan sekedar konten.
Sejumlah netizen mengakui jika cara Nurhalisa memanggul semen membuktikan jika dirinya memang bekerja sebagai kuli.
Diketahui, untuk satu sak semen memiliki berat sekitar 0-50 kilogram.
"Ini real asli wanita tangguh,kalok pun dibilang sekedar konten tapi dari cara dia manggul semennya menunjukan kalok itu memang pekerjaan dia????karna dari cara dia manggul bisa kelihatan kalok memang itu real pekerjaan dia????sehat sehat buat wanita wanita tangguh yg rela berjuang demi rupiah halal tanpa harus menjual dirinya demi rupiah????"
"Mbak, proud of you????.. Sehat-sehat ya mbak, semoga Allah beri kamu banyak kebaikan"
"Gak ada pekerjaan yang hina, selagi itu halal kenapa enggak, sehat terus mbak"
Serupa Nurhalisa, seorang bocah SD di Jember bernama Fajar yang menjadi kuli angkut batu, juga sempat viral di media sosial.
Menjadi seorang anak yatim, Fajar diketahui lama ditinggal oleh sang ibu.
Ibunya sudah lama enggan pulang ke rumah dan menemani Fajar serta sang nenek.
Ayah telah lama meninggal dunia, Fajar yang akhirnya harus banting tulang.
Bocah kelas 5 SD ini akhirnya nekat jadi kuli angkut batu demi mencari nafkah hidup untuk dirinya dan nenek.
Di usianya yang masih sangat muda seharusnya penuh bermain, Fajar terpaksa harus berjuang keras mencari nafkah untuk bertahan hidup.
Ia tak mau hanya menadah tangan meminta belas kasihan dari seseorang.
Hal itu yang membuat Fajar mau mengerjakan pekerjaan apapun demi mencari uang.
Fajar akhirnya diminta untuk menjadi kuli angkut batu di perusahaan tambang.
Sehari-hari, Fajar menerima upah Rp14 ribu dari pekerjaannya itu
Adapun kisah Fajar tersebut dibagikan oleh akun Instagram @temankebaikanorg, Sabtu (4/12/2024), dilansir dari Tribun Sumsel.com.
Dalam unggahannya, Fajar menuliskan sepucuk surat meminta bantuan pekerjaan demi membeli obat untuk neneknya.
Ia tak ingin hanya mendapatkan belas kasihan cuma-cuma dari seseorang tanpa berusaha.
"Kakak, aku boleh kerja 1 hari disini? nenek aku sakit, aku kerja apa ajaa..
Aku mau beliin obat, aku gak mau kakak kasih uang gitu aja. Mau usaha dulu.. aku gak bisa minta papa soalnya udah meninggal, maam bilang kerja, tapi sekarang gak ada kabar," bunyi isi surat yang ditulis Fajar.
Disebutkan, penerima surat tersebut bekerja di sebuah perusahaan tambang.
Demi memenuhi usaha sang anak, penerima surat lantas menyuruh Fajar untuk bertugas jadi pengangkut batu.
"Karena tempat kerjaku berat, dan dia maksa pengen usaha dulu, akhirnya aku minta untuk pindahin batu aja karena gak tega," katanya.
Setiap hari juga, ia harus menghadapi risiko luka dari batu tajam dan bahaya longsor yang mengintai.
Meski hanya mendapatkan Rp14 ribu saja, uang tersebut digunakan Fajar untuk kebutuhan sehari-hari dan sekolahnya.
Fajar hanya bisa memberikan sang nenek ubi yang dibakar dengan arang.
Untuk sekali mengeluh pun rasanya sudah tak ada ruang untuk Fajar.
"Dapet segitu soalnya kerja Fajar cuman angkut batu dan pasir ke truk kak. Pemilik tambang gak bolehin Fajar untuk belah batu dan nambang pasir karena mungkin kasian Fajar masih kecil.." kata Fajar dilansir dari laman temankebaikan.org.
Kepergian sang ayah membuat kehidupan Fajar berubah drastis, ia terpaksa harus pulang hingga malam hari demi mendapatkan pundi-pundi uang.
"Kalau ada Ayah mungkin hidup Fajar gak akan seberat ini ya kak? Tiap pulang sekolah aku kerja di tambang batu, kadang sampai menjelang malam. Uangnya dipakai buat rawat nenek yang lagi sakit. Cuma aku yang cari nafkah sekarang…" ucap Fajar.
Tak jarang juga Fajar kerap dihantui rasa khawatir lantaran tak ada yang mengurusi nenek ketika ia tengah bekerja.
"Kadang Fajar takut nenek kenapa-napa di rumah, tapi gimana kalau Fajar gak kerja kita gak akan bisa makan kak.. Fajar harap nenek bisa sembuh, soalnya kalau gak ada nenek, Fajar mau tinggal sama siapa? Udah gak punya siapa-siapa lagi," ungkapnya.
Kegigihan dan tekad Fajar demi mengobati sang nenek membuat pengunggah memberikan apresiasi.
Akun itu pun telah membuka donasi untuk Fajar dan telah terkumpul Rp5.804.956.
(*/tribun-medan.com)