Ulat pohon jati dan ulat pohon trembesi yang muncul sekali setahun kini sedang musim. Warga Gunungkidul, Jogja pun berburu ulat ini untuk digoreng hingga garing dan renyah!

Warga di Mokol, Selang, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, mulai asyik berburu entung ulat pohon jati dan pohon trembesi. Salah satu warga Mokol, Ratih, mengaku mencari ulat itu untuk konsumsi pribadi. Begitu ditemukan, dia akan mengolahnya memakai cara yang menurutnya paling enak, dibacem.

"Jadi ulat itu tinggal dicuci bersih menggunakan air panas terus dibacem. Kalau sudah nanti tinggal digoreng saja dan rasanya enak, gurih," katanya saat ditemui awak media, Senin (18/11/2024).

Ratih mengungkapkan ia memang sengaja mencari ulat jati itu. Pasalnya jika membeli, harganya terbilang mahal.

"Coba-coba cari ulat jati dan ulat trembesi karena kalau beli katanya harganya sampai Rp 100 ribu (per kilogram)," ucapnya.

Sejumlah warga berburu entung ulat jati di Desa Kembangarum,Blitar. Ulat jati itu dijual seharga Rp 100 ribu per kilogram, Selasa (16/1/2024).

Warga Mokol lainnya, Suroso, menuturkan sudah beberapa hari ini dia mencari ulat pohon jati maupun kepompong ulat pohon trembesi di sekitar pekarangan rumahnya. Ia mengatakan hewan tersebut hanya muncul satu kali dalam setahun.

"Ini cari ulat jati dan ulat trembesi untuk dikonsumsi sendiri karena kan keluarnya hanya setahun sekali. Tapi kalau dapat banyak ya dijual," tutur Suroso.

Dia mengatakan terdapat perbedaan antara ulat jati dan ulat maupun kepompong trembesi. Dalam pengamatannya, perbedaan itu terletak pada lokasi binatang itu menempel.

Sejumlah warga berburu entung ulat jati di Desa Kembangarum,Blitar. Ulat jati itu dijual seharga Rp 100 ribu per kilogram, Selasa (16/1/2024).

Suroso berkata ulat trembesi berwarna hijau, dan masih menempel di pohon. Sementara ulat pohon jati menempel di daun.

"Tapi untuk segi rasa lebih enak kepompong ulat jati, karena rasanya lebih gurih," ujarnya.

Diketahui, kuliner kepompong ulat jati atau yang dikenal oleh warga setempat sebagai ungkrung itu memang biasa dikonsumsi oleh warga Gunungkidul. Bahkan tak jarang ada warga yang menjual kuliner ini saat sedang musim ulat jati.

Selain ungkrung, Gunungkidul juga memiliki kuliner unik lain berupa belalang goreng. Penasaran ingin mencoba rasanya?

Artikel ini sudah tayang di detikjogja dengan judul "Lagi Musim Ulat Jati, Saatnya Jajal Kuliner Ekstrem Khas Gunungkidul"



Baca Lebih Lanjut
Waspada! Ulat Jati Menyerbu Gunungkidul, Warga sampai Pakai Jas Hujan
Detik
Gerombolan Ulat Jati di Jalanan Gunungkidul Bikin Pemotor Pakai Jas Hujan
Detik
Ilmuwan Temukan Spesies Ulat Pemakan Plastik di Afrika, Bisa Kurangi Sampah?
Detik
Lord Adi Buktikan Kelasnya di Dapur Hotel Mewah, Masak Nasi Goreng Bersama Rigen & Nex Carlos
Sindonews
Lord Adi Hadapi Tantangan Investor! Serunya Masak Nasi Goreng Kambing dengan Sentuhan Kari
Sindonews
Jalur Sikarim yang Mengerikan Ditutup Google Maps buat Wisatawan ke Dieng
Detik
Dispar Gunungkidul berlakukan E-Ticketing untuk masuk objek wisata
Antaranews
Cara Membuat Nasi Goreng Telur ala China yang Gurih Sedap
Detik
DONBIU : Menikmati Kuliner Bali Autentik Ditemani Pertunjukan Tari Bali Memukau
Detik
BMKG perkirakan puncak musim hujan di Banten Januari-Februari 2025
Antaranews