TRIBUNJATIM.COM - Di tengah maraknya roti modern, seorang pedagang masih memikul keliling dagangannya yang masih tradisional.
Penjual roti tersebut menjajakannya dengan cara berkeliling Kota Cantik Palangkaraya.
Sosok penjual roti tradisional tersebut bernama Andri (55).
Ia harus memikul dua boks tiap hari yang ukuran sama.
Dua boks tersebut berisi roti berbentuk bulat dengan varian bermacam-macam rasa.
Dirinya harus berjuang dan optimis jajanannya laku dan habis terjual.
Meskipun pedagang roti atau toko-toko roti modern saat ini sudah begitu marak.
Andri tetap berada di bawah terik matahari dan harus berjalan kaki puluhan kilometer untuk jualan.
Pria paruh baya tersebut biasanya memikul boks roti tradisional dari tempat bosnya untuk mengambil roti.
Ia lalu berkeliling untuk berjualan.
Saat dibincangi, Andri sedang beristirahat di pinggir Jalan Yos Sudarso 3 sembari menunggu calon pembeli yang datang.
Terlihat pembeli membeli rotinya dua atau tiga biji dengan rasa cokelat, Rabu (23/10/2024).
Andri mengatakan, rute untuk menjual roti pikulnya tersebut, dirinya harus naik angkot menuju Bundaran Besar Palangka Raya.
Kemudian turun dari Bundaran Besar sekitar jam lima pagi, lalu ia berjalan berkilo-kilometer membawa dagangannya.